Rendam Pantai Mutiara Diduga Ada Keretakan pada Tanggul Pantai
Jebolnya tanggul diduga Kepala Pelaksana BPBD DKI, Denny Wahyudi akibat adanya keretakan pada tanggul Pantai Mutiara.
WARTA KOTA, PENJARINGAN - Jebolnya tanggul pantai sekaligus pasang air laut telah merendam perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan ketinggian air mencapai 50 - 150 sentimeter, Jumat (3/6), sekitar pukul 20.00 WIB.
Tertutupnya tanggul dengan karung pasir, serta disediakannya alat pompa penyedot oleh petugas terkait, banjir maupun genangan yang sempat melumpuhkan aktivitas pemukiman elit tersebut kini telah surut, Sabtu (4/6).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, Denny Wahyudi, jebolnya tanggul diduga akibat adanya keretakan pada tanggul Pantai Mutiara.

"Dugaan sementara penyebab tanggul Pantai Mutiara jebol dipastikan adanya keretakan. Keretakan ini terbilang sudah lama, dan tidak ada tindak lanjut atau perbaikkan oleh pihak pengembang. Seluruh pengerjaan serta pemeliharaan tanggul secara penuh tanggung jawab dari PT Intiland Development Tbk selaku pengembang," katanya di lokasi.
Dirinya yang masih menduga-menduga penyebab tanggul jebol hingga merendam 124 rumah warga di beberapa blok Pantai Mutiara, diakuinya masih mencari tahu lebih detail penyebabnya.
"Sampai saat ini kami masih melakukan investigasi dan memastikan penyebab tanggul jebol. Sebab ini sudah menjadi tanggungjawab pihak developer atau pengembang. Kami upayakan untuk menyeselesaikan pembuatan tanggul sementara ini dulu," jelasnya.
Diakuinya, pihaknya tengah diburu waktu dengan waktu pasang surut air laut yang diketahui akan kembali naik siang ini.
Bahkan, ia menilai dalam kurun waktu satu minggu ini ketinggian air pasang sirkulasi terbilang cukup tinggi.
"Harus segera dengan cepat dirampungkan. Sebab, air dipastikan akan kembali pasang dan sirkulasi dalam satu minggu ini ketinggian air pasang saya akui cukup tinggi. Untuk sementara, pembuatan tanggul darurat seperti ini lah yang saya akui efektif untuk menahan air pasang," ucapnya.

Diakui Denny, tanggul darurat yang berupa karung berisi pasir hanya bisa bertahan satu minggu.
Untuk memperkuat tanggul darurat, pihaknya pun menimbun tanggul dengan tanah.
"Model tanggulnya seperti karpet dengan cara digelar dan ditutupi dengan tanah. Jadi ketinggiannya dipersiskan dengan tanggul yang sebelumnya jebol dengan kisaran satu dua meteran tingginya. Saya rasa juga tanggul seperti ini hanya mampu bertahan satu minggu saja. Diharapkan, pengembang membangun segera tanggul baru. Sebab, Pemprov DKI tidak ada kewenangan membangunannya," tutupnya. (BAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160604rendam-pantai-mutiara-diduga-ada-keretakan-pada-tanggul-pantai_20160604_135208.jpg)