Polisi Gagal Telusuri Jaringan Uang Palsu

Hanya kurir yang bisa diungkap. Penyebabnya kelompok ini memakai sistem terputus. Persis seperti jaringan bandar Narkoba

Polisi Gagal Telusuri Jaringan Uang Palsu
Tribunnews.com
ILUSTRASI - Uang palsu Rp 100 ribu yang diterima Siti (60), pedagang warung nasi di Jalan Menteri Supeno, Semarang, dari pembelinya. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Polisi gagal menelusuri jaringan uang palsu besar di Jakarta.

Hanya kurir yang bisa diungkap. Penyebabnya kelompok ini memakai sistem terputus. Persis seperti jaringan bandar Narkoba.

Sebelumnya polisi meringkus 8 orang kurir dalam jual-beli dollar Amerika palsu di Jakarta.

Ke-8 orang itu diringkus di tiga tempat terpisah di Jakarta Selatan pada 27 Mei 2016. Polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli untuk meringkus mereka.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Andi Adnan, mengakui bahwa ke-8 orang yang diringkus hanya sebagai kurir.

Sedangkan, kata Andi, jaringan di atas para kurir itu belum diketahui. Gelap gulita.

Ke-8 kurir itu sama-sama mengaku bahwa mereka diperintah mengirim dollar palsu WLM, warga negara Nigeria. Dia tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Oleh WLM, ke-8 orang ini diperintahkan menyerahkan uang ke seseorang di lokasi yang telah ditentukan.

Namun, kata Andi, ke-8 orang ini juga tak pernah bertemu WLM. "Jadi ada kurir lagi di antara WLM dan 8 kurir yang kami sudah tangkap ini," kata Andi.

Lapisan kurir itu membuat polisi sulit menemukan dimana WLM. Polisi juga kesulitan menganalisis siapa sebenarnya WLM.

"Mirip dengan jaringan Narkoba,". Kata Andi kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com di Polda Metro Jaya, Kamis (2/6) sore.

Ke-8 kurir yang diringkus hanya bertugas mengantar uang dollar palsu. Sementara pembeli berurusan langsung dengan WLM.

Dari tangan ke 8 tersangka, polisi menyita ratusan lembar uang dollar palsu.

Uang dolar palsu itu, dijual Rp 50. Juta untuk 1000 dollar uang palsu.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved