Ada Larangan Pengiriman Burung dari Tiongkok, Puluhan Lovebird Disita

Pihak karantina terpaksa menahan puluhan lovebird yang berusaha diselundupkan demi kepentingan kesehatan.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Banu Adikara
Sejumlah burung Cinta di kandang, setelah sebelumnya disembunyikan di celana oleh penyelundupnya. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Bandara Soekarno Hatta menilai bahwa burung cinta, atau lovebird, bukanlah spesies burung dilindungi atau terancam punah.

Namun, pihak karantina terpaksa menahan puluhan lovebird yang berusaha diselundupkan demi kepentingan kesehatan.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, petugas Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta menangkap dua warga negara Tiongkok yang berusaha menyelundupkan 25 ekor burung cinta, atau lovebird.

Puluhan burung ini hendak diselundupkan oleh dua warga Tiongkok berinisial LC (28) dan JH (42) dengan cara disembunyikan di dalam celana.

"Ada larangan resmi mendatangkan burung dari Tiongkok, karena disana sedang ada isu flu burung. Makanya, meskipun lovebird bukanlah hewan dilindungi, tetap dilarang masuk ke Indonesia, " kata Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Bandara Soekarno Hatta, Siti Chadijah pada Kamis (26/5).

Selain itu, kata Siti, 25 ekor lovebird itu juga dibawa tanpa dokumen resmi.

"Cara membawanya pun sudah menyalahi aturan," ujar Siti.

Siti menuturkan, jika sampai 25 lovebird ini berhasil dijual, estimasi perkiraan pendapatan kedua tersangka adalah sekitar Rp 60 juta.

"Masih ditelusuri lebih lanjut kepada siapa mereka akan menjual burung - burung ini, dan siapa yang menyuruh mereka," kata Siti. (kar)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved