Liga Indonesia

Blitz Tarigan Sebut PSSI Harus Ikuti Keinginan Klub

Blitz Tarigan mengatakan, sudah semestinya PSSI mengikuti keinginan sebagian besar klub yang mendesak segera digelar Kongres Luar Biasa

Blitz Tarigan Sebut PSSI Harus Ikuti Keinginan Klub
TRIBUNNEWS
Blitz Tarigan saat melatih timnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Mantan asisten pelatih Persija Jakarta, Blitz Tarigan mengatakan, sudah semestinya PSSI mengikuti keinginan sebagian besar klub yang mendesak segera digelar Kongres Luar Biasa (KLB). Dengan demikian, konflik sepakbola nasional bisa segera terselesaikan.

"Sanksi dari FIFA dan Menpora sudah dicabut. Kelompok 85 pun menginginkan digelarnya KLB, agar sepakbola kita kembali normal. Kalau sebagian besar klub menginginkan itu, sebaiknya segera dilaksanakan saja. Agar permasalahan sepakbola kita cepat selesai. Jangan ditunda-tunda," kata Blitz kepada Super Ball, Selasa (24/5).

Menurut Blitz, Kelompok 85 terdiri dari klub yang notabene anggota PSSI.

"Mereka memiliki hak suara. Jika jumlahnya sudah quorum, maka sudah sepatutnya federasi mengikuti desakan untuk menggelar KLB. Saya realistis saja, karena yang meminta itu mayoritas dari klub di Indonesia. Jangan sampai dianggap justru PSSI yang tidak mau menyelesaikan masalah sepakbola kita. Karena salah satu jalan yang realistis adalah segera menggelar kongres," ujar Blitz.

Dengan KLB, ucap Blitz, PSSI menunjukan niat untuk berbenah dan mereformasi diri. Sehingga, federasi resmi sepakbola nasional itu pun kembali normal. Apalagi klub, anggota PSSI, dan voter membutuhkan kepastian dan realisasi kinerja PSSI.

"Saat ini kita tidak memiliki Ketua Umum PSSI. Jadi memang harus dicarikan jalan keluarnya. Setelah terpilih Ketua Umum PSSI bisa dilanjutkan dengan membentuk pengurus PSSI baru. Ini agar pelaku sepakbola dna masyarakat kembali percaya dengan federasi kita," ucapnya.

Setelah seluruh pengurus PSSI baru terpilih, tambah Blitz, federasi bisa fokus membentuk timnas jelang Piala AFF pada November 2016.

"Waktu yang ada tidak banyak. Kita harus segera melakukan persiapan. Jangan sampai persiapan dilakukan dengan dadakan yang hasilnya tidak akan maksimal. Padahal masyarakat sudah menanti performa timnas kita. Ini momentum yang tepat bagi PSSI untuk membuktikan kepada publik bahwa sepakbola kita bisa bangkit kembali," tambah Blitz.

Sayangnya antara Kelompok 85 dan PSSI berbeda pendapat. PSSI berencana menggelar Kongres Tahunan, bukan KLB. Bisa saja klub yang tergabung dalam Kelompok 85 memboikot penyelenggaraan Kongres Tahunan itu.

"Jangan sampai perbedaan pendapat itu menjadi masalah baru. Apalagi pelaksanaan Kongres Tahunan yang awalnya akan dilaksanakan 1 Juni ditunda menjadi Agustus 2016. Sebaiknya seluruh unsur sepakbola di Tanah Air satu suara. Agar segala sesuatunya bisa dijalankan bersama. Yang perlu dijaga adalah cita-cita bersama untuk menata kembali sepakbola yang lebih baik," tutur Blitz.

Halaman
12
Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved