Selasa, 5 Mei 2026

Tips Kesehatan

Begini Cara Kerja Alat Kejut Jantung Portable

Serangan jantung mendadak sewaktu-waktu dapat menimpa siapa saja, namun Anda tidak perlu khawatir karena ada alat kejut jantung portable

Tayang:
Rangga Baskoro
Alat kejut jantung portable atau yang disebut Automatic External Defibrillator (AED) yang dipamerkan di ruang utama Fairmont Hotel, Jakarta, yang dijadikan tempat seminar nasional III dan healthcare expo II oleh Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) pada Rabu (18/5). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Serangan jantung mendadak sewaktu-waktu dapat menimpa siapa saja, namun Anda tidak perlu khawatir karena di fasilitas umum seperti bandara dan perkantoran saat ini sudah banyak yang menyediakan alat kejut jantung portable yang disebut Automatic External Defibrillator (AED).

Cara kerja AED cukup sederhana. Teknisi dari PT Permana Putra Mandiri Supono (36) menjelaskan, hal pertama yang harus Anda lakukan apabila melihat korban serangan jantung mendadak adalah menelpon ambulans karena AED hanya berfungsi sebagai alat pertolongan pertama.

"Sambil menunggu ambulans, buka kotak AED, tekan tombol power dan lalu setting alat dengan menyesuaikan umur dan berat dari korban, hanya ada dua pilihan setting, korban berumur 0 sampai 7 tahun atau memiliki berat kurang dari 25 kg, dan korban dengan umur lebih dari 8 tahun atau memiliki berat lebih dari 25 kg," ujar Supono di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Rabu (18/5).

Selanjutnya, sambungkan kabel pad ke alat AED dan lalu pasang pad tersebut di dada kanan dan bagian tubuh sebelah kiri bawah dari korban. Apabila korbannya anak-anak, pasang pad tersebut dada tengah depan dan punggung.

"Lalu tunggu perintah dari alat AED karena alat tersebut secara otomatis akan menyesuaikan dengan detak jantung korban. Pada saat proses ini, Anda tidak diperbolehkan untuk menyentuh korban. Setelah ada perintah, tekan tombol 'shock'," ungkapnya.

Setelah kejut, lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan jumlah rasio 30 kali kompresi dada : 2 kali tiupan nafas (satu penolong) atau 5 : 1 untuk (dua penolong).

Khusus untuk bayi yang baru lahir, rasio kompresi dan nafas buatan adalah 3 : 1, mengingat dalam keadaan normal bayi baru lahir memiliki denyut nadi diatas 120 x/menit dan pernafasan mendekati 40 x/menit.

PT Permana Putra Mandiri selaku vendor alat-alat kesehatan menjual AED dengan kisaran harga 19 juta rupiah.

"19 juta harga pameran, diluar ini biasanya 25 juta," tutupnya. (Rangga Baskoro)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved