Selasa, 7 April 2026

Keluarga Korban Ledakan RSAL Mintohardjo Mengadu ke KKI

Usai ke Komnas HAM, keluarga korban ledakan di RSAL Mintohardjo mengadu ke Konsil Kedokteran Indonesia.

Warta Kota/Dwi Rizki
Rumah Sakit TNI AL dr Mintoharjo, Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, MENTENG-Keluarga korban ledakan hyperbaric chamber atau lebih dikenal ruang terapi ozon RSAL Mintoharjo mengadu ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Selasa (17/5/2016).

Sebelumnya mereka mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) karena melihat ada kejanggalan yang mengakibatkan ledakan terjadi.

Kedatangan keluarga korban diwakili oleh Tri Murny, istri almarhum Irjen Pol (Purn) Drs HR Abu Bakar Nataprawira, yang mendatangi kantor KKI di Jalan Teuku Cik Dik Tiro Nomor 6 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat sekira pukul 14.20 WIB.

Terlihat tegar, Tri yng didampingi kuasa hukumnya, Firman Wijaya segera memasuki ruang pengaduan yang berada di sisi barat lobi kantor KKI.

Kepada wartawan, Firman mengatakan kliennya mengadu ke Komnas HAM dan KKI karena hingga kini belum ada itikad baik dari manajemen RSAL Mintohardjo mengenai persoalan ganti rugi terhadap keluarga korban.

"Sudah dua bulan lebih sejak peristiwa ledakan terjadi sampai hari ini keluarga korban belum mendapatkan pertanggungjawaban yang serius dari pihak manajemen RSAL Mintohardjo. Hal ini menjadi preseden buruk bagi seluruh rumah sakit, khususnya rumah sakit pemerintah," ungkap Firman di kantor KKI.

Hingga kini, proses konsultasi antara keluarga korban dengan KKI masih berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut Firman pun menyampaikan kronologis kejadian yang menurutnya janggal.

Sebelum ledakan, dokter yang bertugas yaitu dr Dimas Qadar Raditiyo sempat bertanya kepada suster mengenai suhu ruangan yang terasa lebih panas dari biasanya. 

"Dokter Dimas Qadar Raditiyo bertanya kepada suster Winarti karena ruang chamber terasa panas tidak seperti biasanya. Suster Winarti pada saat itu mengabaikan dan menyebutkan bila hal tersebut dikarenakan AC-nya kurang dingin."

"Tidak lama kemudian timbul percikan api dari ruang tabung chamber dan meledak," tuturnya.

Ledakan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia, yaitu Irjen Pol (Purn) Drs HR Abubakar Nataprawira, Ir RM Edy Suwardi Surryaningrat, dr Dimas Qadar Raditiyo, dan dr Sulistyo.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved