Breaking News:

Kecelakaan Lalu Lintas

Jembatan di Jalur Tol BSD Arah Bintaro belum Bisa Dievakuasi

Pengelola tol BSD hingga Senin (16/5) pukul 11.43 masih belum berhasil mengevakuasi patahan jembatan yang berada di ruas tol BSD menuju Bintaro.

Wartakotalive.com/Banu Adikara
Proses evakuasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang roboh di KM7+200 depan jalur masuk rest area Jombang, Tangsel. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Pengelola tol BSD hingga Senin (16/5) pukul 11.43 masih belum berhasil mengevakuasi patahan jembatan yang berada di ruas tol BSD menuju arah Bintaro dan Jakarta.

Untuk diketahui, patahan jembatan yang melintang di ruas arah Bintaro menuju BSD sendiri sudah berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.00 tadi.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, sebuah jembatan penyeberangan orang ambruk dan melintang di kilometer 7 tol Bintaro - BSD akibat ditabrak truk crane bernopol B 9026 UEA pada Minggu (15/5) malam sekitar pukul 22.00 kemarin.

Polisi juga sudah mengamankan sopir truk bernama Sarman Simbolon (34) dari kejadian ini. Dugaan sementara, truk crane tersebut menabrak bibir bawah jembatan akibat sistem hidrolik crane yang tiba-tiba naik sehingga membentur bibir jembatan.

"Bahan konstruksinya agak berbeda. Yang belum bisa terangkut ini bahannya beton. Lebih berat limakali lipat dari yang sudah dievakuasi. Yang sudah dievakuasi terbuat dari baja, " kata Kanit Laka Lantas Polres Tangsel, Inspektur Dua Hadi.

Hadi mengatakan, awalnya pihak pengelola jalan tol menargetkan evakuasi seluruh jembatan selesai pada pukul 12.00.

"Tapi kalau dilihat dari kondisinya, sepertinya belum memungkinkan. Mungkin bisa dua atau tiga jam lagi, " kata Hadi.

Tol BSD sendiri hingga kini baru dibuka untuk kendaraan yang datang dari arah BSD menuju Bintaro dan Jakarta, dengan sistem contra flow tepat di depan Rest Area kilometer 7+200 tol.

Penulis:
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved