SP 1 untuk Pedagang Pasar Kebayoran Lama

Para pedagang Pasar Kebayoranlama mendapat Surat Peringatan 1 untuk segera memindahkan dagangannya.

SP 1 untuk Pedagang Pasar Kebayoran Lama
Pemberian SP 1 ke para pedagang Pasar Kebayoran Lama.

WARTA KOTA, KEBAYORANLAMA-Puluhan personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI dan Polri memberikan Surat Peringatan 1 terhadap 72 pedagang basah di belakang Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2016) pagi. Tanah seluas 8.000 meter persegi milik Frans Budi Santoso itu rencananya akan ditata ulang agar para pedagang bisa berjualan dengan nyaman.

Sebelumnya, sejak tahun 1985 tanah di belakang Pasar Kebayoran Lama disewakan oleh pihak kedua atas nama Drajat. Namun, sejak empat tahun terakhir, pihak kedua tidak membayarkan sewa yang memiliki nilai sekitar Rp 300 juta. Oleh sebab itu, pemilik mengadukannya terhadap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Dengan membawa pilox (cat warna-red), lapak para pedagang yang sudah semi permanen dicat dengan tanda silang. Sekaligus, para pedagang diberikan surat SP1 untuk pengosongan lahan tersebut. Pedagang yang banyak menjual sembako, sayur mayur, daging kebanyakan hanya pasrah dan menerima surat SP 1 dari Satpol PP. Bentuk bangunan pasar itu sudah seperti hanggar karena ditutup atap dari asbes.

Frans yang ikut hadir bersama dengan Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Hermawan langsung memberikan penjelasan kepada para pedagang. Menurutnya, lahan yang digunakan untuk pasar itu akan dibongkar dan ditata ulang. "Sudah 3 sampai 4 tahun kewajiban pihak kedua tidak dibayarkan. Jadi kita berikan SP kepada pedagang agar segera pindah. Nantinya akan ditata ulang," kata Frans, Jumat (13/5).

Dia mengatakan nantinya setelah proses pembongkaran maka pasar itu akan dibangun kembali dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Yang terpenting adalah nantinya pedagang eksisting boleh kembali berjualan di lokasi tersebut. "Nanti pedagang akan kami tampung kembali disini. Namun, memang ditata terlebih dahulu. Ini pembangunan pasar tidak memiliki izin dari pemilik dan Pemda DKI," tuturnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Hermawan mengatakan dalam waktu 11 hari pedagang diberikan waktu untuk mengosongkan barang-barang dari kios-kios tersebut. Menurutnya, nantinya pemilik akan menata ulang pasar dan membangun ratusan kios untuk menampung pedagang dan PKL yang masih berjualan di jalanan.

"Saat ini kami pendataan pedagang. Jadi gini setelah dirapihkan, mau ditata dan tempatnya dikembalikan kepada pedagang. Ada 300 kios yang akan dibangun agar menarik PKL untuk berjualan disana," kata Ujang.

Menurut mantan Wakil Camat Pasar Minggu itu pemberian SP1 kepada pedagang merupakan permohonan surat dari pemilik. Oleh sebab itu, pihaknya sesuai instruksi Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi memberikan SP 1 kepada pedagang.

"Sesuai data pedagang saat ini ada 72 pedagang. Tapi, nanti kita lihat dilapangannya ada berapa," tutur dia.

Karsini (50), salah seorang pedagang kopi dan indomie mengaku akan pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah selama proses pembongkaran. Menurut ibu yang sudah berjualan selama 4 tahun di pasar tersebut, dirinya tidak tahu mau berjualan dimana saat proses pembongkaran.

"Yah kita tinggal ngikutin temen-temen aja (Pedagang lain-red). Sementara ditata ulang kayanya mau pulang kampung dulu sambil nyari lapak dagangan di tempat lain. Kalau pembangunan sudah selesai baru akan kembali lagi," kata Karsini.

Penulis:
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved