Pasca Bebas, Kapten Rian Diminta Tak Melaut Setahun

Rencananya bila Rian pulang, keluarga akan meminta Rian untuk berhenti melaut selama satu tahun.

Pasca Bebas, Kapten Rian Diminta Tak Melaut Setahun
Acep Nazmudin
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat bersama 10 WNI yang dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf, Senin (2/5). 

WARTA KOTA, BEKASI - Kapten Moch Arianto Misnan alias Rian (23) akhirnya bebas setelah ditawan oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina selama sebulan.

Pihak keluarga Rian yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat mensyukuri kabar bahagia itu.

Rencananya bila Rian pulang, keluarga akan meminta Rian untuk berhenti melaut selama satu tahun.

Alasannya, untuk mengembalikan kondisi psikologi Rian pasca disandera kelompok tersebut.

"Kalau bisa nanti Rian kerja di darat dulu, sampai kondisi psikologinya sembuh. Karena usia Rian yang begitu muda, rawan terpengaruh ketika disandera," ujar kakak kedua Rian, Indra Purwanto di rumahnya, Komplek BTN Narogong, Jalan Garuda VI No. 19 RT 03/22, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Indra mengatakan, keluarga merasa terguncang dan trauma dengan kasus penyanderaan itu. Oleh karena itu, keluarga menyarankan Rian untuk bekerja di darat dulu. Setelah itu, Rian diperbolehkan melaut di jalur domestik.

Menurutnya, menjadi tawanan oleh kelompok militan dipastikan memberikan dampak psikologis terhadap korban.

Karena itu, istirahat melaut selama setahun diharapkan bisa memulihkan kondisi trauma tersebut.

Dia mengungkapkan, sebetulnya anak ketiga dari lima bersaudara itu belum waktunya menjadi kapten. Namun karena kapten sebelumnya tidak bisa bertugas maka digantikan oleh Rian.

"Anaknya cerdas, pintar berbahasa Inggris, makanya dia ditunjuk sebagai Kapten kapal," kata Indra.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved