Pemilukada DKI Jakarta

Dua Bakal Calon Gubernur PDI Perjuangan Mengundurkan Diri

Dua bakal calon gubernur yang melamar melalui PDI Perjuangan mengundurkan diri karena diminta membayar biaya fit and proper test.

Dua Bakal Calon Gubernur PDI Perjuangan Mengundurkan Diri
Tribunnews/Herudin
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Hasniati, seorang bakal calon gubernur DKI Jakarta yang melamar di PDI Perjuangan harus rela mengurungkan niatnya menjadi gubernur yang diusung dari partai berlambang Banteng tersebut.

Dirinya yang datang ke kantor DPP PDIP ditemani seorang kerabat pada sekira pukul 09.25 WIB harus turun kembali ke lantai satu karena tidak diperkenankan masuk oleh panitia penjaringan yang berada di lantai lima.

Tidak diperkenankannya dia masuk ke ruangan fit and proper test lantaran panitia belum mendapatkan bukti transfer sebesar Rp 5 juta guna mengikuti tes tersebut.

"Panitia bilang, saya harus bayar Rp 5 juta dulu baru bisa masuk. Nulis nama di absen saja, saya tidak bisa," jelas Hasniati di lokasi acara, Jakarta, Rabu (11/5/2016)

Wanita yang memakai penutup kepala berwarna hijau itu sangat menyayangkan bahwa pemberitahuan mengenai iuran itu baru diketahui pada Selasa (10/5) malam dan tidak ada pembicaraan sebelumnya mengenai hal itu dari tim penjaringan PDIP.

Hasniati menganggap bahwa dana sebesar itu baru diberikan pada saat dia telah menjadi calon gubernur yang diusung oleh partai pemilik 28 kursi di DPRD DKI Jakarta itu.

Bukan pada saat pendaftaran untuk mengikuti psikotes.

Dia mengkritik putusan PDIP itu yang membebani setiap kandidat untuk membayar terlebih dahulu.

Bukan tidak mampu, ia menyampaikan akan memberikan lebih jika benar dijamin oleh PDIP untuk menjadi calon gubernur.

"Mau Rp 500 juta juga saya mau kasih, tapi tidak saat saya diusung, kalau tidak ya ngapain? Harusnya gratis dong," tambahnya.

Halaman
123
Editor: Suprapto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved