Breaking News:

BREAKING NEWS: Tujuh Makanan Berformalin Ditemukan saat Sidak di Lima Pasar di Jaktim

Petugas Keamanan Jejaring Pangan yang terdiri dari sejumlah instansi menggelar razia di lima pasar di wilayah Jakarta Timur yakni Pasar Pramuka, Rawa

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas Sudin Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Timur dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI saat melakukan razia pangan di Pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (31/3). 

WARTA KOTA, JATINEGARA - Petugas Keamanan Jejaring Pangan yang terdiri dari sejumlah instansi seperti Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Suku Dinas Kelautan dan Pertahanan Pangan (KPKP) menggelar razia di lima pasar di wilayah Jakarta Timur yakni Pasar Pramuka, Rawamangun, Palmeriam, Ampera dan Jatinegara Balimester.

Wakil Walikota Jakarta Timur, Husein Murad mengatakan kegiatan itu dilakukan dalam rangka melakukan uji laboratorium terhadap bahan-bahan pangan yang diduga teridentifikasi boraks dan formalin.

"Sidak dilakukan terhadap bahan pangan yang diduga mengandung boraks atau formalin yang kemudian kita lakukan uji lab," kata Husein, di Pasar Jatinegara Balimester, Kamis (12/5).

Ia menjelaskan dari lima pasar yang disidan, para petugas mengambil sebanyak 360 sampel bahan makanan olahan mentah seperti produk pertanian maupun peternakan. Hasilnya petugas mendapati tujuh bahan makanan yang positif formalin seperti cumi, ikan asin, mie bogor dari Pasar Jatinegara Balimester.

"Dari lima pasar yang disidak, ada tujuh bahan makanan yang positif yaitu ikan tuna, kue mangkok, tahu putih, mie bogor, cumi, dan ikan asin. Enam positif formalin dan satu kue mangkok positif Roda Min B yakni pewarna bahan tekstil," tambahya.

Husein mengatakan pihaknya akan melakukan BAP terhadap pedagang yang kedapatan menjual bahan makanan positif zat kimia berbahaya. Ia juga mengimbau kepada warga untuk berhati-hati terhadap bahan pangan.

"Masyarakat diharapkan berhati-hati karena setiap sidak pasti ditemukan tahu berformalin. Kalau perlu masyarakat berhenti makan tahu. Biar timbul kesadaran dari produsen tahu supaya tak ada lagi tahu berformalin," tuturnya.

Menurutnya sidak akan terus digelar sehingga masyarakat menjadi tenang ketika mengonsumsi makanan. Bahkan aparat penegak hukum juga harus bertindak tegas demi ketenangan warga.

"Harus ada tindak tegas dari aparat penegak hukum karena ini sudah pelanggaran. Bila perlu harus ada yang masuk penjara karena ini tidak main-main dan membahayakan," tutupnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved