Penertiban Bangunan Liar
Wajah Dadap Mulai dari Rumah Penduduk Hingga Lokalisasi
Suasana tegang di kawasan Dadap Cheng In masih terasa hingga kini. Aroma emosi dan amarah belum reda pascabentrokan yang terjadi pada Selasa (10/5).
WARTA KOTA, TANGERANG - Suasana tegang di kawasan Dadap Cheng In masih terasa hingga kini. Aroma emosi dan amarah belum reda pascabentrokan yang terjadi pada Selasa (10/5/2016).
Warta Kota mencoba menyambangi daerah Dadap yang rencananya akan digusur pemerintah setempat. Masuk ke dalam pemukiman penduduk didereran pinggir jalan terlihat banyak deretan bangunan.
Rencananya bangunan-bangunan tersebut akan digusur Pemda Kabupaten Tangerang. Warga masih ramai - ramai berkumpul sembari berjaga - jaga.
Ratusan bangunan itu terdiri dari rumah penduduk, warung, hingga kafe tempat lokalisasi.
Untuk lokalisasi sendiri tampak tak ada aktivitas lagi. Bahkan ada beberapa kafe yang sudah dibongkar.
"Di sini ada 433 KK dan 72 kafe yang rencananya akan digusur," ujar Hendri (30) satu dari warga Dadap saat ditemui Warta Kota pada Rabu (11/5/2016).
Hendri turut serta dalam aksi bentrokan yang terjadi kemarin dengan aparat. Ia menambahkan warga Dadap geram lantaran dilayangkan Surat Peringatan Kedua (SP-2) soal rencana penggusuran.
"Pemerintah kasih SP-2 ke kami tanpa sosialisasi dan dialog. Tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan," ucapnya.
Menurut Hendri, awalnya pemerintah hanya akan menggusur lokalisasi saja di kawasan Dadap Cheng In ini. "Tapi kenapa sekarang rumah warga mau digusur juga," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kondisi-dadap_20160511_191037.jpg)