BBTF 2016 Targetkan Transaksi Rp 9,3 Triliun

Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) akan kembali digelar tahun ini dengan target transaksi bisnis sebesar Rp 9,3 triliun.

BBTF 2016 Targetkan Transaksi Rp 9,3 Triliun
Kompas.com
Menteri Pariwisata, Arief Yahya 

WARTA KOTA, TANAHABANG-Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) akan kembali digelar tahun ini dengan target transaksi bisnis yang akan dihasilkan sebesar Rp9,3 triliun. BBTF 2016 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali itu akan berlangsung pada 22-26 Juni 2016.

Ketut Ardana, Ketua DPD Asita Bali sekaligus Ketua Penyelenggara BBTF 2016 mengatakan bahwa transaksi bisnis yang terjadi pada kegiatan tahun sebelumnya baru mencapai nilai Rp5,2 triliun.

"Tahun ini kami targetkan transaksi bisnis yang akan dihasilkan adalah sebesar Rp9,3 triliun (naik 43 persen dari pencapaian BBTF 2015)," tuturnya saat jumpa pers di Balairung Susilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (10/5) malam.

Selain itu, kata Ketut, kegiatan itu ditargetkan akan menambah kunjungan wisatawan mancanegara menjadi 550 ribu wisatawan, atau meningkat 23 persen dari capaian tahun lalu yang sebanyak 425.000 kunjungan.

Ketut Ardana menambahkan, saat ini antusias tour operator dari luar negeri luar biasa meningkat karena mereka tahu ketika hadir di BBTF mereka juga akan mendapatkan informasi tempat wisata dari daerah lain selain Bali. Kini terjadi lonjakan jumlah buyer potensial yang akan mengikuti kegiatan tahun ini.

Awalnya mereka hanya menargetkan 275 buyer potensial saja. "Tapi sampai hari ini, ternyata sudah ada 309 buyer dari 42 negara. Itu pun masih ada waktu beberapa hari ke depan, jadi bisa saja jumlahnya bertambah sampai 330-an," kata Ketut Ardana.

Menurut Ketut Ardana, penyelenggara memberlakukan seleksi ketat terhadap tour operator (TO) dari beberapa negara yang akan mengikuti kegiatan ini. Beberapa negara yang jumlah tour operator-nya cukup banyak diantaranya adalah dari India (77 TO), China (20 TO), Australia (17 TO), Philipina (17 TO), Inggris (14 TO), Jerman (12 TO), Malaysia, Belanda, Singapura, dan Uni Emirat Arab (masing-masing 11 TO), serta Amerika Serikat (9 TO).

Buyer tersebut dibagi dua, yaitu buyer platinum dan buyer gold. Bayer platinum itu semua keperluan mereka selama penyelenggaraan kegiatan itu ditangani oleh penyelenggara mulai dari tiket penerbangan, penginapan, meals, hingga post tour.
Ada empat lokasi post tour yang akan digelar 26-30 Juni 2016 yaitu ke Tana Toraja, Banyuwangi, Gili Trawangan, dan ke Pulau Komodo. Sedangkan buyer gold akan mendapatkan semua fasilitas yang serupa, kecuali tiket penerbangan.

Sementara untuk booth seller pada BBTF 2016 ini sudah habis dipesan. Banyak daerah berpartisipasi, seperti dari Toraja, Sumatera Selatan, NTB, Kalimantan Timur, hingga Yogyakarta. Dari Bali sendiri, ada booth seller dari Badung, Buleleng, hingga Denpasar.

Even BBTF ini diinisiasi oleh DPD Asita Bali. Gagasan penyelenggaraan even ini muncul saat Musda DPD Asita Bali digelar 2012 lalu. Namun even BBTF pertama, baru digelar pada 2014 lalu. BBTF 2016 adalah penyelenggaraan ketiga kalinya.
"Kami pilih bulan Juni pada saat itu ada kegiatan pesta tahunan Bali Art Festival, yaitu pesta kesenian Bali, yang digelar tiap tahun selama sebulan penuh sejak pertengahan Juni sampai pertengahan Juli," terang Ketut Ardana.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan bahwa penyelenggaraan BBTF ini penting karena hasilnya bisa setara dengan hasil keikutsertaan Indonesia pada penyelenggaraan ITB Berlin (Internationale Tourismus-Börse Berlin), travel trade fair terbesar dunia.

Pada penyelenggaran ITB 2015, keikutsetaan Indonesia mampu meraih potensi transaksi senilai sekitar Rp4,2 triliun. " Saat itu kita bawa 100 seller dari Indonesia. Saya yakin hasil yang diperoleh BBTF ini bisa melebihi hasil dari ITB Berlin," kata Arief Yahya.

Arief berharaf BBTF bisa berkembang menjadi even internasional dengan menghadirkan seller lain dari negata Asean lainnya.

"Nggak perlu nunggu sampai 2019, kalau bisa tahun depan sudah bisa jadi even internasional. Semakin banyak seller, semakin banyak buyer yang akan datang," tandasnya.

Mereka yang berpartisipasi pada BBTF ini adalah para pengelola hotel, atraksi wisata, perusahaan penerbangan, operator MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), ground handlers, wholesalers, operator perjalanan, group travel organizers, kapal pesiar, car rental, villa & resor, spa & wellness, serta tourisme board dari berbagai negara.

Penulis:
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved