Liga Inggris
Leicester City Juara malah Bikin Rugi Rp480,9 Miliar
Leicester City juara Liga Inggris musim 2015/16. Namun, ini justru membuat perusahaan judi olahraga dan sepak bola, merugi.
WARTA KOTA, LONDON - Leicester City juara Liga Inggris musim 2015/16. Namun, ini justru membuat perusahaan judi olahraga dan sepak bola, merugi.
Telegraph edisi, Selasa (3/5), melaporkan semua perusahaan judi harus membayar sampai 25 juta poundsterling atau sekitar Rp 480,9 miliar sebagai hadiah para petaruh yang memenangkan taruhan.
Rata-rata petaruh yang menjagokan Leicester juara itu mendapatkan 100 ribu poundsterling (Rp 1,9 miliar) ke atas. Ini disebut kerugian terbesar yang pernah dialami perusahaan judi sepanjang sejarah taruhan olahraga di Inggris Raya.
Leicester juara Liga Inggris untuk pertama kali sejak berdiri 132 tahun, usai bermain imbang 2-2 dengan rival utamanya Tottenham Hotspurs di Chelsea, dini hari Kemarin.
"Spurs" unggul lebih dahulu melalui gol Harry Kane (35') dan Heung-Min Son (44'). Tetapi Chelsea yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Stamford Bridge, membalas gol tersebut di babak kedua.
Gol Gary Cahill serta Eden Hazard memaksa Spurs gigit jari karena mereka kini terpaut tujuh poin dari Si Rubah-julukan Leicester-yang memuncaki klasemen sementara.
Kondisi itu sekaligus memastikan Si Rubah juara karena sekalipun tumbang pada dua pertandingan terakhir, poin mereka tak akan bisa disalip Spurs.
Pemain Leicester berpesta. Euforia melanda seluruh warga Kota Leicester. Tetapi pesta juga digelar di Kota Bangkok dan sejumlah kota lainnya di Thailand.
Kegembiraan itu dirasa wajar karena sang pemilik klub, Vichai Srivaddhanaprabha, merupakan warga negara Thailand. Si Rubah seolah menjadi salah satu simbol kebanggaan masyarakat Thailand. Bagi warga Bangkok, Vichai memang dikenal dengan sosok yang sangat dermawan.
Sejarah
Sejarah yang dicetak Leicester tentu saja juga dirasakan para pemainnya termasuk kiper Kasper Schmeichel. Kasper mengikuti jejak keberhasilan ayahnya, Peter.
Mister Chip mencatat, Kasper dan Peter menjadi pasangan anak-ayah pertama yang mampu menjadi juara kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Inggris.
Peter berhasil merebut lima gelar Liga Inggris bersama Manchester United (MU) pada musim 1992/1993, 1993/1994, 1995/1996, 1996/1997, dan 1998/1999.
"Kata-kata tidak bisa saya gambarkan tentang cinta saya kepada tim ini. Saya sudah mengimpikan gelar ini sejak masih kecil, dan untuk selamanya saya akan berterima kasih atas cinta kalian," tulis Kasper lewat Twitter.
Peter juga mengucapkan selamat kepada Kasper. Kiper yang membawa Denmark juara Piala Eropa 1992 itu mengatakan, "Bangga saja tidak cukup. Saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Selamat untuk Kasper dan rekan setimnya di Leicester". (eko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160505leicester-city-juara-malah-bikin-rugi-rp4809-miliar_20160505_072349.jpg)