Breaking News:

Mengenal Bhayangkara, Polisi di Zaman Majapahit

Di Ruang Sejarah Museum Polri, terdapat beberapa diorama yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan dan kiprah institusi Polri.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Feryanto Hadi
Diorama pasukan Bhayangkara pada zaman Majapahit yang berada di lantai satu Museum Polri. 

Adapun lembaga-lembaga tersebut antara lain Sapta Dharma Putra, Bhayangkara, Ratu Agabaya dan Jalanid.

Pasukan Bhayangkara sendiri adalah pasukan yang terdiri dari prajurit-prajurit pilihan.

Pada awal pembentukannya, hanya terdiri dari 15 orang yang dikepalai oleh Patih Gadjah Mada.

Adapun tugas utama pasukan Bhayangkara dalah menjaga ketentraman, ketertiban, penegakan peraturan sekaligus sebagai pengawal pribadi raja dan Kerajaan Majapahit.

Kemudian dalam perkembangannya, pasukan Bhayangkara juga mengemban tugas menegakkan peraturan perundang-undangan kerajaan serta pengawasan perdagangan.

Inilah cikal bakal fungsi kepolisian dan ekamanan di Indonesia yang lahir sejak zaman kerajaan-kerajaan

Masa Kolonial dan Pendudukan Jepang

Di era VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), J.P Coen membentuk kesatuan polisi kota di wilayah Jakarta yang saat itu bernama Batavia. Di dalam kesatuan itu, terdapat jabatan-jabatan seperti kaffers (penjaga penjahat), ratelwatcht (penjaga malam) dan landdrost (petugas yang mengamankan daerah di luar Batavia).

Ketika peran VOC berganti menjadi Pemerintahan Hindia Belanda, organisasi dan struktur kepolisian pun berubah.

Pemerintah Hindia Belanda membentuk berbagai kesatuan polisi, misalnya polisi perkebunan, polisi pangreh praja dan polisi lapangan atas nama menegakkan keamanan dan ketertiban termasuk mencegah dan mengatasi perjuangan politik kaum pribumi.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved