KPAI: Pelaku Aksi Bullying di SMAN 3 Jakarta Harus Ditindak Tegas

KPAI menyesalkan aksi bullying kembali terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Jakarta.

KPAI: Pelaku Aksi Bullying di SMAN 3 Jakarta Harus Ditindak Tegas
Kompas.com
Erlinda, Kadiv Sosialisasi KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Senin (2/5). 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan aksi bullying kembali terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Jakarta.

Oleh sebab itu, KPAI meminta pihak sekolah SMAN 3 Jakarta menindak tegas pelajar yang melakukan aksi bulllying itu.

Karena mata rantai aksi bullying di SMAN 3 Jakarta tidak cukup dengan aksi deklarasi.

Namun, program unggulan sekolah yang tegas untuk mencegah aksi bullying harus dilakukan.

"Misalnya membuat aturan di sekolah jika sudah 3 kali melanggar otomatis pelaku diberikan sanksi tidak diberikan Ijazah dan tidak boleh masuk di Universitas Negeri apalagi kalau jatuh korban," kata Erlinda Kadiv Sosialisasi KPAI saat dihubungi di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/5).

Menurutnya, kasus bullying di SMAN 3 saat ini memang tidak ada kekerasan.

Namun, secara psikologi memaki-maki, memarahi sampai menyiram air teh botol bisa memberikan aspek trauma kepada korban.

"Untuk Korban segera diberikan trauma healing oleh P2TP2A," tuturnya.

Sedangkan pelaku wajib direhabilitasi agar tidak melakukan aksi tidak terpuji tersebut. Sehingga, penegakan peraturan sekolah bisa direalisasikan.

"Menurut saya sanksi yang adil adalah menegakkan peraturam yang sudah disepakati bersama oleh elemen sekolah. Praktek bullying seperti dimaki-maki dan disiram adalah tindakan kekerasan yakni kekerasan psikologi," ungkap dia.(bin)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved