Pengusaha Restoran di Jakarta Selatan Resah

Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menata kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membuat para pegawai restoran menjadi gelisah.

Pengusaha Restoran di Jakarta Selatan Resah
Wartakotalive.com/Bintang Pradewo
Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Kebayoran Baru menyisir daerah-daerah rawan Pedagang Kaki Lima (PKL). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU-- Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menata kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membuat para pegawai restoran menjadi gelisah.

Karena disepanjang Jalan Woltermongensidi sampai Jalan Suryo, Kelurahan Selong, Kebayoran Baru akan ditata karena sudah menyalahi peruntukan.

Pantauan Warta Kota, di pinggiran Jalan Woltermongensidi, Jalan Senopati, sampai Jalan Suryo sudah berdiri restoran-restoran dan tempat usaha.

Bahkan, karena adanya pengunjung yang memadati kawasan itu kebanyakan pengendara memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Sehingga, kemacetan pun tak terhindarkan saat melintas jalan dengan panjang sekitar 3 kilometer tersebut.

Alih fungsi ini bangunan sudah terjadi sejak 10 tahun lalu dimana kawasan ini mulai berkembang. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut sangat strategis setelah terhubung langsung dengan Jalan Jenderal Sudirman yang menjadi jalan protokol.

Namun, kebanyakan pemilik restoran dan usaha tidak mengurus izin untuk alih fungsi. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang telah mencantumkan peruntukan setiap lahan di Jakarta dan boleh atau tidaknya berubah fungsi.

Pihak Suku Dinas Penataan Kota Jakarta Selatan rencananya akan melakukan penataan Kawasan Kebayoran Baru. Namun, karena Peraturan Gubernur (Pergub) untuk penataan Kawasan Kebayoran Baru belum rampung maka pelaksanaanya belum dilakukan.

"Pada tahun lalu kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Proses Pergub tinggal pengesahan saja dari Gubernur DKI Jakarta," kata Kepala Suku Dinas Penataan Kota Jakarta Selatan, Syukria ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (1/5).

Menurutnya ada beberapa lokasi di jalan-jalan tersebut diperkenankan untuk dijadikan kawasan komersial. Namun, menurut sesuai peta kawasan tersebut sebagian besar atau 50 persen merupakan kawasan hunian.

"Inti penataan Kawasan Kebayoran Baru adalah untuk menciptakan lingkungan kawasan yang baik," tutur dia.

Penulis:
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved