Senin, 18 Mei 2026

Gerbang Kudus Kota Kretek Mirip Daun Tembakau

Apalagi bangunan yang didirikan dengan biaya Rp 16 miliar tersebut menyerupai daun tembakau.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) senilai Rp 16 miliar memukau warga Kudus, Jawa Tengah. 

WARTA KOTA, KUDUS-- Puji Lestari (32) tiba-tiba menepikan sepeda motor Yamaha Mio miliknya di pinggir Jalan Raya Demak-Kudus, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (27/4) malam.

Dengan tergesa-gesa, dia lalu mengajak anaknya Ika Zulianto (6) turun dari motor.

Laju kendaraannya terhenti, karena mereka terperangah melihat lampu sorot berkelap-kelip di bangunan yang ada di tengah jalan itu.

Saat ditelisik bukan hanya sorotan lampu saja yang menarik hatinya, tapi bangunan setinggi 12 meter itu juga membuatnya terkejut.

"Bangunannya tinggi banget yak nak, kayak gedung kantoran di Jakarta," ujar Puji kepada anaknya. Mendengar pernyataan ibunya, sang anak hanya bisa mengangguk dan mengamini ucapannya. "Iya bu," ujar Zulianto.

Selain Puji, ada juga warga lainnya yang melakukan hal serupa. Siti Sutiasi (36) warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus ini juga terkejut dengan bangunan itu. Apalagi bangunan yang didirikan dengan biaya Rp 16 miliar tersebut menyerupai daun tembakau.

"Bentuknya unik seperti daun tembakau di perkebunan. Seharusnya dari dulu ada bangunan seperti ini di Kudus," kata Siti.

Sebagai warga asli Kudus, Siti mengaku bangga dengan kehadiran bangunan ini. Menurutnya, bangunan yang didirikan oleh PT Djarum itu mempertegas bahwa Kudus merupakan daerah industri rokok kretek di Indonesia. Oleh karena itu, bangunan tersebut dinamakan Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK).

Siti mengungkapkan sebelum dibangun GKKK, di sana terdapat sebuah gapura berbentuk menara. Hanya saja menara itu terbuat dari tumpukan bata merah berundak, sehingga tidak menekankan bahwa Kudus merupakan daerah industri kretek. "Kalau begini, semua orang bisa tahu bahwa Kudus itu kota kretek," ujar Siti.

Siti mengatakan, tiap akhir pekan GKKK selalu dikerumuni oleh masyarakat sekitar maupun daerah sekitar, seperti Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Mereka ke sana, hendak selfie atau groufie dengan latarbelakang bangunan GKKK. "Dari pagi sampai sore selalu ramai, saya merasa bangga dengan kehadiran gerbang ini," kata Siti.

Senior Manager Public Affairs PT Djarum, Purwono Nugroho mengatakan, awalnya pembangunan ini dimulai 2 Januari 2014 lalu. Namun karena ada kendala di lapangan, maka peletakan baru pertama dilaksanakan pada 22 April 2014. Adapun proyek ini selesai 1,5 tahun kemudian atau pada 12 Juli 2015.

"Apabila dirinci, biaya total pembangunan monumen yang difasilitasi PT Djarum ini sebesar Rp 16.125.000.000," ujar Purwono.

Menurut dia, monumen ini sengaja dibangun di pintu gerbang Kabupaten Kudus yang berbatasan dengan Kabupaten Demak karena bakal diproyeksikan menjadi ikon Kota Kretek. Tak hanya itu, monumen ini diharapkan mampu menjadi magnet para wisatawan ke Kudus.

"Dengan bangunan gerbang yang futuristik, Kudus diharapkan bisa mengokohkan diri sebagai Kota Kretek. Karena, selama ini jargon tersebut memicu perdebatan di sejumlah kota lain di Indonesia, yang memiliki industri rokok besar," kata Purwono.

Dia mengungkapkan, bangunan GKKK ini memiliki filosofi dalam setiap unsur bangunannya. Bagian atas yang berbentuk daun tembakau dengan jumlah jari-jari sebanyak 59 ruas memiliki makna tersirat.

Angka lima, kata dia, sebagai lambang Rukun Islam, sedangkan angka sembilan memaknai Walisanga. Lalu bagian bawah, berbentuk 4 tiang cengkeh yang menopang daun tembakau, sejatinya melambangkan 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Indonesia (NKRI).

"Perpaduan Bahan stainless steel dan beton dengan bentuk simetris menjadi simbol kekinian kota industri dan kekokohan religiusitas masyarakat dalam kehidupan yang penuh harmoni," ungkapnya.

Lebih detil dia menjelaskan, bagnunan GKKK berdiri di atas lahan seluas 1.106 meter persegi dengan bentuknya menyerupai daun tembakau yang memayungi sisi kiri dan kanan ruas jalan. Tinggi bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek adalah 12 meter dari permukaan jalan. Sementara bentang daun atau lebar gerbang adalah 21 meter dan panjang daun 48,75 meter.

Sementara itu Bupati Kudus, Musthofa mengapresiasi pembangunan GKKK. Dia pun akan mempercantik kawasan sekitar dengan didirikannya rest area (tempat peristirahatan) bagi pendatang yang menuju ke Kudus. "Saat ini proyeknya sudah dikerjakan, sudah dilakukan pengerukan tanah dan Masjid juga sedang dibangun di rest area," kata Musthofa.

Dia berharap, kehadiran rest area ini akan mempermudah warga sekitar atau pendatang yang ingin mengabadikan GKKK dengan kameranya. Dengan begitu, kata dia, keberadaan Kabupaten Kudus sebagai daerah penghasil kretek akan diketahui orang banyak.

"Masyarakat khususnya dari luar negeri akan tahu bahwa Kabupaten Kudus merupakan kota kretek," ujar Musthofa.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved