Rachmawati Menangis Lihat Penderitaan Warga Korban Penggusuran di Luar Batang

Rachmawati tak kuasa menangis dan air mata membasahi pipinya.

Rachmawati Menangis Lihat Penderitaan Warga Korban Penggusuran di Luar Batang
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Rachmawati tak kuasa menangis dan air mata membasahi pipinya. Dia menangis karena tak kuasa melihat kondisi warga Kampung Luar Batang, yang sangat memrihatinkan. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Dengan mengenakan kacamata hitamnya, pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno atau Universitas Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri menyambangi Kawasan Perevitalisasian Wisata Bahari Sunda Kelapa, tepatnya Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat 29/4/2016).

Adik Presiden ke 5, Megawati Soekarnoputri ini datang menyapa warga Kampung Luar Batang, dengan didampingi Mantan Mentri Olahraga Menpora (RI), Adhyaksa Dault.

Pantauan Warta Kota, sebelum bertemu warga perevitalisasian, Adhyaksa Dault datang ke Masjid Luar Batang untuk menjalankan shalat Jumat bersama di Masjid Kramat Luar Batang.

Adhyaksa memberikan khotbah di masjid tersebut di depan para jamaah, yang turut melaksanakan ibadah Jumat.

Terpantau khotbah Jumat yang dibawakan Adhyaksa di Masjid Kramat Luar Batang, terpantau antusias. Setelah melakukan shalat Jumat berjamaah, Adhyaksa pun mendampingi Rachmawati Soekarnoputri untuk memantau serta menyapa para warga-warga yang menjadi korban perevitalisasian.

Tiba di lokasi, Rachmawati yang juga didampingi para ajudan-ajudannya tersebut nampak melongok memperhatikan kondisi terakhir Luar Batang.

Dirinya nampak geleng-geleng kepala.

Kala di lokasi, warga pun berkerumun dan mencoba bersalaman dengan Rachmawati.

Tak hanya itu, warga juga tak segan-segan meminta untuk bersalaman dan berfoto bersama.

Selain itu, Rachmawati juga terlihat sesekali menyeka pipi dengan tangan kanannya.

Rachmawati tak kuasa menangis dan air mata membasahi pipinya.

Dia menangis lantaran tak kuasa melihat kondisi warga Kampung Luar Batang, yang sangat memrihatinkan.

Kedatangannya, diakui Rachmawati, bukan bertujuan untuk bepolitisi.

Dirinya datang untuk memberikan bantuan untuk warga Kampung Luar Batang, atau warga - warga yang menjadi korban penggusuran.

"Saya ke sini datang memberikan bantuan berupa beras, susu, obat-obatan," katanya.

Pihaknya juga menyediakan bantuan medis untuk pemeriksaan gratis untuk warga korban perevitalisasian.

Bahkan, dirinya juga memberikan bantuan beasiswa kuliah kepada warga setempat.

"Kami tawarkan tiga dulu untuk beasiswa bagi yang sudah selesai tamat SMA. Jadi kuliahnya (masuk) di UBK gratis sampai selesai (wisuda)," ungkapnya.

Mendengar itu, warga pun bersorak-sorak mendengar tawaran Rachmawati yang saat itu mengenakan kacamata hitam.

Secara simbolis, tepat di Kawasan Masjid Luar Batang,  berkesempatan menyerahkan secara simbolis bantuan kepada warga.

"Ini buat kuliah, beasiswa gratis sampai selesai. Sedikit bantuan," Rahmawati sambil menangis.

Warga yang hadir di lokasi sempat terdiam mendengar tangisan Rahmawati. Tepuk tangan dari warga pun terdengar meriah menghiasi suasana sendu hati Rahmawati.

Salah satu warga, Maman (35) mengaku tak menyangka bantuan seorang anak Presiden RI ke-1 datang ke Kampung Luar Batang untuk memberikan bantuan, terutama pendidikan.

"Kuliah gratis sampai wisuda. Yang seperti ini yang ditunggu-tunggu. Setidaknya terbantu sekali. Bayangkan, Pemerintah sendiri mau seperti itu? Kan tidak mungkin. Turun bantu kami untuk berikan sebungkus nasi aja enggak," katanya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved