Breaking News:

Warga Pancoran Antusias Ikuti Pemahaman dan Implementasi Empat Pilar

Pemahaman dan implementasi Empat Pilar terus digalakkan oleh kalangan anggota MPR RI.

Editor: Gede Moenanto
Dok Warta Kota
Pemahaman dan implementasi empat pilar diselenggarakan di Pancoran, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, PANCORAN -- Sosialisasi terhadap Empat Pilar MPR RI diselenggarakan oleh MPR RI di Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan.

MPR RI sebagai lembaga legislatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945.

Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI seperti: Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sosialisasi empat pilar, yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, menurut anggota Fraksi PDIP MPR, Ir Eriko Sotarduga BPS akan terus digencarkan oleh MPR.

"Anggota MPR RI merasa perlu untuk mensosialisasikan kembali nilai-nilai luhur dari kegiatan 4 pilar, maka diadakanlah Sosialisasi Empat Pilar, yang diselenggarakan dengan warga Kelurahan Pancoran yang di Kantor Kelurahan Pancoran Lantai 3, Jalan Pancoran Barat III No. 55, RT 1 /RW 6, Pancoran, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (17 April 2016) lalu," katanya di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Menurut Eriko, sosialisasi Empat Pilar ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian warga Kelurahan Pancoran, yang antusias mengikutinya.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk lebih memahami nilai-nilai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Diharapkan ibu dan bapak dapat mengetuk tularkan kepada keluarga inti. Tidak hanya memahami, tapi bagaimana mereka dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Eriko.

Kesadaran Kebhinekaan Tunggal Ika dalam Berbangsa dan Bernegara, kata Eriko, merupakan perwujudan Pancasila, sehingga memandang bentuk Negara sebagai NKRI merupakan pemandangan yang Final.

"Untuk itu, perlu memperkuat Potensi Integrasi bangsa, seperti gotong royong, kerukunan umat beragama, suku, daerah dan partai politik. Hal-hal yang berpotensi besar mengganggu ketertiban seperti ISIS atau LGBT dengan mengangkat nilai-nilai luhur bangsa diyakini dapat mencegah hal-hal tersebut," katanya.

Sejumlah masyarakat dan tokoh masyarakat hadir.

Tokoh masyarakat yang menghadiri acara ini adalah Sekretaris Kelurahan Muhamad Arafat SSos, Ketua RW 06 Djauhari, dan Ketua RT 2 Sukarno turut hadir dan mengikuti dengan penuh semangat, antusias, dan perhatian penuh.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved