Kamis, 9 April 2026

Transportasi Jakarta

Ini Spesifikasi Armada Baru Transjakarta Asal Swedia

Sebanyak 51 unit bus gandeng merek Scania diluncurkan PT Mayasari Bakti untuk dioperasikan sebagai armada bus Transjakarta.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Bus gandeng merek Scania di pool Mayasari Bakti Klender, Selasa (26/4). 

WARTA KOTA, PULOGADUNG - Sebanyak 51 unit bus gandeng merek Scania diluncurkan PT Mayasari Bakti untuk dioperasikan sebagai armada bus Transjakarta.

Dalam kesempatan tersebut PT Mayasari Bakti menggandeng PT United Tractors yang merupakan distributor bus asal Swedia tersebut.

General Manager United Tractor Suhardi mengatakan 51 bus gandeng itu berjenis K 320iA-6X2/S1. Bus tersebut menggunakan berbahan bakar gas dengan isi silinder 9.000 CC.

"Bus gandeng Scania ini menggunakan mesin gas Euro 6 sehingga sangat efisien dalam hal cost bahan bakar dan ramah lingkungan," kata Suhardi, Selasa (26/4).

Selain itu, bus berkapasitas 111 penumpang tersebutjuga memiliki durability yang tinggi dan berstandar internasional untuk mendukung operasional.

Suhardi mengklaim bus itu mampu dioperasikan dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun dengan menggunakan karoseri Laksana type City Line 2 yang dilakukan di Semarang, Jawa Tengah.

Suhardi juga menambahkan bus itu menyediakan fitur Electronic Brake System (EBS) dimana teknologi ini menghadirkan tingkat pengereman yang maksimal.

"Sementara pada saat berhenti di tanjakan, pengemudi akan dibantu dengan fitur hill hold. Ketika bus berada di posisi tanjakan dan mesin dalam keadaan mati, bus tidak akan mundur," ungkapnya.

Asisten Direktur PT Mayasari Bakti Akhmad Zulkifli mengatakan jumlah 51 bus yang dioperasikan masih ditambah lima unit lagi sehingga totanya ada sebanyak 56 armada bus gandeng.

Jumlah itu merupakan total kesepakatan sesuai kontrak antara PT Mayasari dan PT Transjakarta.

"Kontraknya kan diperbolehkan 100 persen beroperasi tapi untuk dioperasikan semua enggak mungkin. Nah sisa lima unit itu sebagai cadangan kami. Kan harus ada spare, nah jadi lima unit itu sparenya," ungkap Zulkifli.

Selain itu nantinya hanya sopir yang memiliki sertifikat LSP-TD (Lembaga Sertifikasi Profesi -Transportasi Darat) saja yang bisa membawa bus gandeng tersebut.

Hal ini sekaligus untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang.

"Pengemudi yang mengemudikan bus ini harus bersertifikasi profesi. Siapapun operator, pengemudi mereka harus bersertifikasi, ini juga untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)," katanya. (jhs)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved