Breaking News:

Ratusan Bangunan Kumuh di Kolong Tol Wiyoto Wiyono Penyebab Air Kali Ancol Kerap Meluap?

Sekitar 297 bangunan itu dianggap memperhambat aliran air Kali Ancol, sehingga Kawasan Pademangan dan Jalan protokol tergenang

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Suasana Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (25/4). 

WARTA KOTA, PADEMANGAN - Ratusan bangunan kumuh berdiri tegak menghiasi di Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (25/4).

Sekitar 297 bangunan itu pun dianggap memperhambat aliran air Kali Ancol, sehingga Kawasan Pademangan dan Jalan protokol di Jalan RE Martadinata tergenang.

Pantauan Warta Kota, di sepanjang Kolong Tol Wiyoto Wiyono kembali dihiasi ratusan bangunan kumuh, pasca ditertibkan Selasa (8/9/2015) silam oleh pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Bangunan kumuh ini, nampak berdiri tepat di ujung Kali Ancol.

Aliran air Kali Ancol ini, diketahui seharunya mengalir ke arah Kawasan Pasar Ikan, atau tepatnya di Kali Pakin, hingga ke laut.

Namun, lantaran adanya bangunan-bangunan berbahan triplek dan seng-seng ini menutup aliran Kali Ancol.

Sehingga, kala musim penghujan datang, Kawasan Pademangan, Jalan RE Martadinata, hingga Kawasan Gunung Sahari, pun tertuang luapan air yang tertampung Kali Ancol.

Walaupun dekat ratusan bangunan itu tak jauh dari pintu air dan pompa air, genangan itu pun tetap ada menghiasi Kawasan Pademangan di musim penghujan.

Anton (45), warga yang tinggal di Kawasan Kelurahan Ancol tersebut mengaku penyebab utama adanya genangan lantaran adanya ratusan bangunan kumuh yang menutup ujung Kali Ancol.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved