Transportasi Jakarta
Isu Pembatasan Motor, Ahok : Saya Curiga ada Hubungan dengan Hari Buruh
Ahok memastikan bahwa pembatasan kendaraan bermotor roda dua yang melintas Jalan Sudirman, belum dilakukan.
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, PALMERAH— Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memastikan bahwa pembatasan kendaraan bermotor roda dua yang melintas Jalan Sudirman, belum dilakukan.
Karena pihaknya masih menunggu kecukupan bus dan penerapan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektroni.
"Dilakukan kalau sudah ada ERP dan bus cukup," kata Ahok di lapangan IRTI, Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2016).
Bahkan, Ahok menanggapi bahwa informasi yang beredar di media sosial atau pesan singkat, tidak benar.
Dimana pesan tersebut berisi rute-rute yang bisa dilintasi sepeda motor. Karena pada 1 Mei akan dilakukan pembatasan sepeda motor di Jalan Sudirman.
"Enggak. Itu isunya saya lihat kirimin WA (Whats App) grup wah sudah ada rute pembatasan Mei. Itu saya curiga ada hubungan dengan hari buruh, supaya bisa ngumpulin massa lebih banyak buat demo," katanya.
Dengan menyebar isu tersebut, maka, lanjut Ahok, yang akan melakukan demo dipastikan lebih banyak.
Pasalnya, mereka tidak setuju jika dilakukan pembatasan kendaraan bermotor di kawasan tersebut.
"Entar pada protes kan semua, Jakarta dia bilang nggak boleh lewat motor. Pasti orang mau demo. Ini bukti, orang yang mau demo orangnya kurang. Sebarin isu apalagi isu nyerang Ahok kan lebih ramai," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160324-ahok_20160324_193640.jpg)