Selasa, 28 April 2026

Salah Satu ABK Kapal Tunda Henry Dikabarkan dalam Perjalanan Pulang

Sembara Oktafian (25), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) yang diserang sekelompok orang bersenjata, dikabarkan dalam perjalanan pulang ke Indonesia.

Warta Kota/Panji Bhaskara Ramadhan
Sembara Oktafian (25), salah satu anak buah kapal Tunda penarik tongka Christy yang diserang sekelompok orang bersenjata, di Perbatasan Perairan Tawi-Tawi Filiphina - Malaysia, pada Jumat (14/4/2016), dikabarkan dalam perjalanan pulang ke Indonesia. 

WARTA KOTA, KOJA - Sembara Oktafian (25), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) yang diserang sekelompok orang bersenjata, dikabarkan dalam perjalanan pulang ke Indonesia.

Kapal Tunda Henry penarik tongkang Christy milik Indonesia diserang di perbatasan perairan Tawi-Tawi Filiphina-Malaysia pada Jumat (14/4/2016),

Hajjah Asmanidar (58), ibu kandung pria yang bekerja sebagai engineer ship ini pun membenarkan hal itu.

"Saya tahu ada kabar Bara (Sembara) dalam perjalanan pulang dari adik kandungnya Bara, Muhammad Ilham. Dia (Ilham) sering BBM-an dengan Bara. Katanya sih mau pulang. Nah itu aja informasi terakhir. Mungkin saat ini dalam perjalanan pulang ke Tarakan, Kalimatan, baru deh ke Jakartanya itu naik pesawat," ucap Asmanidar saat diwawancarai Warta Kota di kediamannya, Jalan Lorong 100 Nomor 86, RT 03/10, Koja, Jakarta Utara, Jumat (22/4/2016).

Semenjak mendapat informasi dari perusahaan tempat Sembara bekerja, yakni PT Global, diakui Asmanidar rindu akan sosok anaknya yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) angkatan ke-52 tersebut.

"Sabtu pekan lalu ya kalau enggak salah, pihak kantor dari PT Global itu menelepon saya subuh-subuh. Memberitahukan terkait kondisi Bara. Katanya kan diselamatkan Polisi Malaysia. Saat itu Bara di Malaysia dan kondisinya dalam keadaan sehat walafiat," ucap wanita asal Padang Pariaman, Sumatera Barat itu.

Ia melanjutkan, "Saya selalu sedih setiap malam. Jujur deh. Gajinya enggak seberapa, kerja sampai kulitnya hitam begitu. Kecil gajinya itu mas. Eh malah diserang orang bersenjata di sana (Filiphina). Rindu sama anak saya tuh kalau begini. Sedih.. Tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi. Tahunya dalam perjalanan pulang. Kemungkinan ke Tarakan dulu. Nah kapan itu sampai rumah di sini, saya enggak tahu," ujarnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved