Asmanidar Sempat Imbau ke Sembara untuk Tidak Melintas di Perairan Filipina

Asmanidar mengatakan, sebelum anaknya berangkat ke Malaysia, ia berpesan agar jangan melintas di perairan Filipina.

Asmanidar Sempat Imbau ke Sembara untuk Tidak Melintas di Perairan Filipina
Warta Kota/Panji Bhaskara Ramadhan
Sembara Oktafian (25), salah satu anak buah kapal Tunda penarik tongka Christy yang diserang sekelompok orang bersenjata, di Perbatasan Perairan Tawi-Tawi Filiphina - Malaysia, pada Jumat (14/4/2016), dikabarkan dalam perjalanan pulang ke Indonesia. 

WARTA KOTA, KOJA - Sembara Oktafian (25), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) kapal yang diserang sekelompok orang bersenjata, di Perbatasan Perairan Tawi-Tawi Filipina-Malaysia, yakni Kapal Tunda Henry penarik tongkang Christy milik Indonesia, pada Jumat (14/4/2016), dikabarkan dalam perjalanan pulang ke Indonesia.

Hajjah Asmanidar (58), ibu kandung Sembara mengaku sempat memberikan imbauan ke anaknya agar tidak melintas di perairan Filipina.

Semenjak ramai pemberintaan soal Abu Sayyaf menculik 10 ABK, Asmanidar sempat telepon Bara (Sembara). Waktu itu, kata Asmanidar, Bara masih di Tarakan (Kalimantan).

Asmanidar mengatakan, sebelum anaknya berangkat ke Malaysia, ia berpesan agar jangan melintas di perairan Filipina.

"Saya bilang, ada Abu Sayyaf tuh' saya bilang ke dia seperti itu. Eh enggak tahunya kena juga ya kapalnya. Lemes saya taHu kapal Bara diserang kelompok bersenjata," papar Asmanidar di kediamannya, di Jalan Lorong 100 Timur, nomor 86, RT 03/10, Koja, Jakarta Utara, Jumat (22/4/2016).

Semenjak dirinya mendapat informasi dari perusahaan PT Global tempat Bara bekerja, Asmanidar kerap menangis setiap malam. Dirinya khawatir, pihak pemerintah khususnya Mentri Dalam Mengeri (Mendagri) dan pihak perusahaan tak ada upaya melakukan pertolongan.

Namun, pasca penyerangan dan ditolong oleh pihak kepolisian Malaysia, Asmanidar mengaku cukup lega, lantaran pihak Kepolisian Malaysia, pihak perusahaan, dan pemerintah menghubunginya. Walaupun hanya melalui via telepon untuk mengetahui kondisi Bara saat itu, diharapkan Asmanidar, Bara menginjak rumah dalam kondisi senyum.

"Saya tinggal menunggu dia (Bara) pulang ke rumah. Saya mau lihat dia pulang dalam keadaan senyum," katanya.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved