Korupsi BLBI
Tiba di Bandara Halim, Samadikun Lesu Sutiyoso Ceria
Mengenakan, kaos Hitam bergaris putih, Samadikun yang dikawal oleh Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso tiba di Bandara Halim.
WARTA KOTA, MAKASAR - Buron Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono akhirnya tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta setelah diterbangkan pukul 16.00 Waktu Shanghai, Tiongkok.
Mengenakan, kaos Hitam bergaris putih, Samadikun yang dikawal oleh Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso tiba pukul 21.30 WIB dengan menumpangi pesawat jet sewaan dari Tiongkok.
Saat tiba Samadikun tampak lesu, tapi Sutiyoso terlihat ceria, apalagi saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Tidak ada sepatah katapun yang dikeluarkan ole Samadikun, selain karena akses dengan media cukup jauh, pihak BIN juga tidak memeperkenankan Samadikun untuk tampil di publik saam press conference.
Sutiyoso mengatakan, proses pemulangan Samadikun dilakukan pada detik-detik terakhir setelah, Pemerintah China hanya memberi waktu sekitar tujuh hari setelah diutangkap pada 14 April 2016 lalu.
"Batas pukul 21.00 Waktu setempat, atau pukul 11.00 WIB, artinya jika sampai batas waktu tidak dikeluarkan, prosedur akan rumit dan panjang," kata Sutiyoso di Bandara Halim Perdana Kusuma, Kamis (21/4/2016).
Usai tiba di Bandara Halim, Samadikun lantas di serah terimakan ke Kejaksaan Agung untuk diproses sesuai prosedur.
"Nanti setelah ini akan kita lakukan wawancara dan segera kita bawa ke LP Salemba," kata Jaksa Agung HM Prasetyo.
Diketahui, Samadikun divonis bersalah dalam kasus penyalahgunaan dana talangan dari Bank Indonesia atau BLBI senilai sekira Rp2,5 triliun yang digelontorkan ke Bank Modern menyusul krisis finansial 1998.
Kerugian negara yang terjadi dalam kasus ini sebesar Rp169 miliar. Berdasarkan putusan Mahamah Agung (MA) tertanggal 28 Mei 2003, mantan Presiden Komisaris Bank PT Bank Modern Tbk itu dihukum empat tahun penjara.
Selain Samadikun, Kejaksaan Agung masih mengejar buronan lain, di antaranya, Lesmana Basuki, Eko Edi Putranto, Hary Matalata, Hendro Bambang Sumantri, Hesham al Warraq, dan Rafat Ali Rizvi. (Acep Nazmudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160422-kepala-bin-sutiyoso_20160421_234121.jpg)