Rabu, 8 April 2026

Tidak Lagi Menjadi Pengendara Gojek, Wiwin Ingin Buka Warung

Wiwin Harsino (39), lady gojek yang kehilangan kaki kirinya akibat kecelakaan bertekad meneruskan usaha dengan membuka warung.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Dwi Rizki
Wiwin Harsino (39), Lady Gojek tuna daksa sesaat menerima kunjungan pihak PT AJ Sequis Life dan Yayasan Peduli Tuna Daksa di kediamannya, Jalan Panca Warga I RT 04/05 Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur pada Selasa (12/4) siang. 

WARTA KOTA, CAKUNG-Senyum sumringah masih terlihat jelas dari wajah Wiwin Harsino (39), lady gojek yang harus kehilangan kaki kirinya akibat mengalami kecelakaan. Semangat ibu satu orang anak itu tidak pernah luntur dengan keadaannya sekarang. Bahkan ia bertekad membuka usaha warung di rumah yang ditempatinya.

Wiwin menuturkan dirinya kini hanya bisa berdiam diri di dalam rumah. Ia memanfaatkan waktu luang di rumahnya di Jalan Panca Warga Satu RT 04 RW 05, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur dengan melakukan terapi berjalan dari satu sisi menuju sisi lainnya.

"Sekarang udah mendingan, lagi terapi jalan. Kalau enggak terapi, kayak sakit soalnya. Terapinya palingan mondar-mandir aja sekitar empat kali, kalau kelamaan malah kesemutan," ujarnya, Selasa (19/4/2016).

Selain itu dirinya juga harus melakukan kontrol ke RS Husada, Jakarta Pusat setiap Sabtu. Hal itu harus dijalani selama tiga bulan kedepan untuk mengetahui perkembangan kondisi kakinya setelah proses amputasi. "Kontrolnya untuk melihat kondisi jahitannya kapan keringnya sehingga bisa dilakukan tindakan lanjutan," katanya.

Dalam setiap kali pertemuan itu, Wiwin harus merogoh kocek setidaknya Rp 1 juta. Beruntung jumlah sebesar itu ditanggung oleh PT Gojek sehingga bisa meringankan beban yang ditanggungnya tersebut. "Beruntung setiap kontrol yang bayar PT Gojek, Rp 1 juta. Biayanya itu ada untuk tindakan Rp 400 ribu, dokter Rp 500 ribu dan obat Rp 106 ribu," ucapnya.

Wanita yang hobi turing tersebut menuturkan dirinya tidak ingin larut dengan apa yang dialami sekarang. Justru Wiwin bertekad untuk membuka warung di rumah yang ditempati sekarang. Kebetulan di rumahnya yang berada persis di pinggir jalan, sudah ada kios yang dulunya pernah dipakai untuk berjualan.

"Maunya buka warung di rumah, jualan kayak sembako gitu atau jajanan anak kecil. Kebetulan ada tempatnya yang sekarang dijadikan gudang," ungkapnya.

Terlebih salah seorang bakal calon gubernur DKI Jakarta juga menjanjikan bakal memberi bantuan modal apabila dirinya ingin berdagang. Janji tersebut disampaikan saat menghampiri Wiwin di rumahnya tidak lama setelah keluar dari rumah sakit.

"Tapi sampai sekarang belum saya kontak. Kemarin itu ngobrol kedepannya dia mau bantu kasih modal untuk buka warung," tambahnya.

Wiwin menceritakan sejauh ini dirinya dijanjikan akan memperoleh kaki palsu dari sebuah perusahaan asuransi jiwa. Hanya saja bantuan tersebut baru bisa dirasakan setelah kondisi kakinya sudah membaik. "Kaki palsu dkasihnya nanti 6-7 bulan kemudian, nunggu kering jahitan kakinya. Kalau sekarang belum bisa dipakai," ungkapnya.

Sejauh ini Wiwin mengaku masih memiliki trauma atas kejadian yang dialami. Hanya saja rasa rindu terkadang tidak terbendung manakala melihat rekan-rekannya sesama Gojek melintas. "Trauma pasti ada tapi kalau pengen, ada lah rasa kangen pas lihat teman-teman Gojek. Satu hal yang pasti tetap semangat," ujarnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved