kuliner
Yuk, Cobain Gurihnya Sate Maranggi Campur Lemak di Tajur
Pecinta kuliner di seputaran Bogor kini tak perlu jauh-jauh ke Purwakarta untuk bisa merasakan nikmatnya sate maranggi, yaitu sate daging sapi
Penulis: |
WARTA KOTA, PALMERAH - Pecinta kuliner di seputaran Bogor kini tak perlu jauh-jauh ke Purwakarta untuk bisa merasakan nikmatnya sate maranggi, yaitu sate daging sapi yang diolah lebih dulu dengan aneka bumbu.
Sejumlah kedai Sate Maranggi dapat ditemui di Jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor.
Satu kedai yang menjadi favorit dan selalu ramai dikunjungi adalah Sate Maranggi SN4444.
Berada di halaman toko busa, tepatnya nomor 289, warung sate pinggir jalan ini mudah dijangkau.

Lokasinya persis berada di samping Teras Air. Jika kendaraan melaju dari Kota Bogor mengarah ke Ciawi, warung sate ini terletak sebelum Teras Air.
Iqbal Syukur Alwan, lajang berusia 27 tahun mengaku awalnya hanya iseng membuka lapak sate maranggi pada April 2014 lalu.
Awalnya hanya ada dua meja dan delapan kursi, namun kini dengan semakin banyaknya pengunjung, disediakan 20 meja masing-dengan kapasitas total hingga 80 orang.
“Nama SN4444 itu singkatan dari serial number, itu untuk membedakan dengan sate maranggi yang lain. Kebetulan saya lulusan D3 IT, jadi sering ketemu istilah serial number. Kalau nomor 4444 itu biar gampang ingetnya,” beber Iqbal.
Iqbal menyebut sate maranggi jualannya itu berbeda dengan sate maranggi lainnya karena kiblatnya ke Cianjur, bukan Purwakarta.
Ciri khasnya, sate maranggi itu lebih enak disantap dengan uli bakar dan sambel oncom. Meski demikian, bagi pengunjung yang enggan menyantap sate itu menggunakan uli bakar, bisa menikmatinya dengan nasi panas.
“Bedanya dengan sate maranggi Purwakarta, disana agak kering, kalau disini basah. Jadi disini rasanya lebih manis dan lebih terasa bumbunya. Daging sapinya diproses dengan bumbu dulu di awal, seperti dibacem, baru nantinya finishing dengan bakaran,” beber Iqbal.
Pria yang sudah bertitel haji ini menyebut, sate maranggi itu adalah resep keluarga dari jalur ibunya.
Bumbunya rempah-rempah biasa, serupa dengan bumbu dendeng. Daging sapi itu diolah dulu di rumahnya sejak pagi hingga siang hari.
Rata rata setiap harinya mereka menyiapkan 1000-1500 tusuk. Khusus malam Minggu dan malam Senin jumlahnya lebih banyak, bisa dua kali lipat dari hari biasa.
Warung sate itu memiliki dua anglo (alat bakar sate) yang masing-masing mampu memuat 40 tusuk sate sekaligus.
Sate itu bisa seluruhnya terdiri dari daging sapi atau bisa dicampur lemak. Sate lemak terasa lebih gurih dibandingkan yang hanya daging saja.
Selain sate maranggi, ada tambahan menu lain yang lumayan nikmat, yaitu sop iga.
Meski sate maranggi terkesan sebagai makanan para orangtua, namun ternyata banyak juga anak muda yang datang ke warung sate itu.
Tak jarang pengunjung yang datang itu berpasang-pasangan, ada juga yang datang ber sama keluarga.
Sedangkan minumannya, yang spesial adalah ada es skoteng dan es alpukat.
Bahan es sekoteng ini mirip dengan minuman sekoteng yang biasanya disajikan dalam kondisi panas.
Bedanya disini sekoteng itu disajikan dengan es ditambah serutan kelapa muda plus susu kental manis. Sedangkan es alpukat dibuat dari buah alpukat yang dikerok dan dilumuri susu kental manis.
Harga makanan dan minuman disini cukup terjangkau. Gambarannya, lima tusuk sate maranggi plus nasi panas cukup Rp28.000.
Sate Maranggi SN4444 buka setiap hari antara pukul 17.00—24.00 pada hari kerja, dan pukul 17.00—02.00 saat akhir pekan. (Ichwan Chasani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160418yuk-cobain-gurihnya-sate-maranggi-campur-lemak-di-tajur_20160418_111404.jpg)