Produksi Bahan Pangan di Beberapa Daerah Mengalami Penurunan

Beberapa daerah pemasok bahan pangan mengalami penurunan produksi. Hal tersebut membuat beberapa pedagang di Pasar Induk Kramatjati menaikan harga.

Rangga Baskoro
Para pedagang di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (18/4/2016) 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Beberapa daerah pemasok bahan pangan mengalami penurunan produksi. Hal tersebut membuat beberapa pedagang di Pasar Induk Kramat Jati menaikan harga dagangannya.

Idris (41) pedagang tomat menyatakan hal tersebut. "Dari Bandung sudah naik mas, katanya panennya lagi turun," tutur Idris di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (18/4/2016).

Tomat yang tadinya dijual Rp 13.000 naik menjadi Rp 15.000. "Naiknya gak parah sih, cuma 2.000," tutur Idris.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Marbun (35) pedagang bawang merah. Marbun yang memasok bawang merah dari daerah Brebes ini mengatakan pengaruh iklim membuat pasokan bawang merag menurun.

"Gara-gara cuacanya gak bagus katanya, hujan terus jadinya banjir," ungkap Marbun.

Sama seperti pedagang lain, Marbun juga menaikan harga bawang merah yang tadinya Rp 38.000 menjadi Rp 43.000 per kilogram. "Kita naikin Rp 5.000 jadinya," ungkap Marbun.

Kendati pasokannya menurun, hal tersebut tidak membuat para pedagang menimbun bahan dasar pangan.

"Gak lah mas, kita saingan sehat-sehat aja, produsen juga membagi rata, biar semua pedagang kebagian, tadinya kira perhari beli 10 kwintal, sekarang 6 kwintal saja, semua (pedagang) begitu," ujar Marbun.

Namun, kenaikan harga tidak dialami oleh para pedagang bawang putih.

"Gak naik kok, saya jual tetap Rp 30.000 sekilo, dari Brebes pasokannya stabil," tutur Saleh (58), pedagang bawang putih.

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved