Penemuan Mayat
Polisi Lacak DNA Orang Lain di Tubuh Wanita yang Dimutilasi
Komisaris Besar Musyafak, mengatakan, dokter forensik sudah mengambil sampel dari ujung-ujung kuku korban.
WARTA KOTA, SEMANGGI -- Dokter forensik sampai kini masih memeriksa dan mencari adanya DNA orang lain di tubuh Nur Atikah (30), korban pembunuhan dan mutilasi di Tangerang.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak, mengatakan, dokter forensik sudah mengambil sampel dari ujung-ujung kuku korban.
"Diduga kan melakukan perlawanan, makanya kami ambil sampel DNA dari ujung-ujung kukunya. Mungkin ada DNA orang lain di sana," kata Musyafak ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (18/4/2016).
Saat ini polisi menduga kuat pembunuhnya adalah Kusmayadi, rekan korban yang terakhir tinggal bersama dengannya.
Sampel DNA itu, nantinya akan membuat tuduhan bahwa pelakunya adalah Kusmayadi semakin telak.
Sehingga apabila Kusmayadi nanti tertangkap dan membantah telah melakukannya, maka polisi punya bukti dari hasil tes DNA itu.
Kusmayadi sendiri sekarang masih dalam perburuan polisi.
Bahkan polisi sudah memburunya sampai ke sebuah kota di Sumatera Selatan.
Suka marah
Sigit salah satu karyawan Rumah Makan Gumarang, tempat AK dan Nur mengatakan, AK yang bekerja sebagai kepala restoran itu memiliki perangai dan disiplin yang buruk dalam bekerja.
Tingkahnya itu, menurut Sigit, tidak jarang membuat repot rekan kerjanya yang lain.
"Sering sekali bolos, dan kalau datang seenaknya saja. Pernah dalam seminggu, dia absen empat hari, " katanya lagi.
AK pun juga diketahui sering uring-uringan tanpa sebab yang jelas.
Pria berambut cepak itu juga dikenal sumbu pendek, atau lekas tersinggung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160418korban-mutilasi-di-tangerang-sudah-tewas-4-hari-sebelum-ditemukan_20160418_130250.jpg)