Syukurlah, Kondisi Bayi Korban Eksploitasi oleh Pengemis Mulai Membaik

Perkembangan bayi, setelah dilakukan general check up, kondisinya baik.

Guardian
Ilustrasi pengemis. 

WARTAKOTA, CIPAYUNG -- Bayi Bon-Bon yang menjadi korban eksploitasi anak, kondisinya kini mulai membaik.

Bahkan, bayi yang sempat dicekoki obat penenang oleh para pelaku tersebut, tingkah lakunya sudah seperti bayi lain pada umumnya.

Kepala RPSA Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Neneng Heryani mengatakan, perkembangan bayi tersebut sudah menunjukkan kondisi yang baik setelah dilakukan proses general check up.

Pihaknya, saat ini, juga terus berusaha memenuhi asupan gizi sang bayi.

"Perkembangan bayi, setelah dilakukan general check up, kondisinya baik dan saat ini memamg harus berlomba utuk pemenuhan gizinya. Selain itu gerakannya juga sudah lincah dan selalu merespon," ungkapnya, Rabu (13/4).

Terkait berapa lama Bon-Bon akan berada di panti sosial, Neneng mengungkapkan hal itu sepenuhnya berada di Polres Metro Jakarta Selatan. Pihaknya tidak bisa memastikan hingga kapan bayi tersebut akan dirawat di panti.

"Kami belum tahu sampai kapan (Bon-Bon) berada di panti, hal itu masih menunggu keputusan dari Polres Jakarta Selatan," tambahnya.

Neneng menambahkan pihaknya akan melakukan family tresing kepada keluarga atau kerabat derajat terdekat untuk mengetahui hubungan kekerabatan Bon-Bon dengan keluarganya. Untuk melakukan itu semua, pihaknya sudah melakukan tahap awal seperti pemeriksaan secara fisik.

Nantinya apabila anggota keluarga yang ingin mengambil Bon-Bon dari dalam panti, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh mereka. Salah satunya adalah memperoleh izin dari lembaga perujuk yaitu Polres Metro Jakarta Selatan.

"Tentu ada persyaratan untuk bisa mengambil, keluarga yang akan mengasuh memang dianggap layak setelah dilakukan analisa. Selain itu harus ada berita acara serah terima pengasuhan sementara yang disaksikan pihak-pihak terkait," ucapnya.

Sebelumnya Polres Jakarta Selatan mengungkap adanya kasus eksploitasi anak dimana salah satu korbannya bayi bernama Bon-Bon. Sejumlah tersangka pun telah diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved