Kebakaran

BREAKING NEWS: Anak Autis Tewas Terbakar di Tanah Abang

Remaja pengidap autis itu diperkirakan tidak dapat keluar rumah saat kebakaran di Penjernihan, Bendungan Hilir.

WARTA KOTA, TANAHABANG— Seorang korban tewas dalam kebakaran permukiman warga Jalan Penjernihan Dalam RT 04/07 Bendungan Hilir, Tanah Abang pada Selasa (12/4) pagi diketahui adalah Rian (16).

Remaja pengidap autis itu diperkirakan tidak dapat keluar rumah saat kebakaran terjadi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo.

Dia menjelaskan, temuan korban tersebut diakui oleh pihak keluarga sesaat petugas mengevakuasi jasad Rian yang berada di lantai dua rumah nomor 23 RT 04/07 Bendungan Hilir pada sekira pukul 09.40 WIB.

Ciri fisik Rian lanjutnya, masih dikenali pihak keluarga.

Apalagi diketahui, Rian sama sekali belum ditemukan sejak peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 09.15 WIB.

"Satu orang korban sudah dikenali keluarga sebagai seorang anak berkebutuhan khusus, diperkirakan korban tidak dapat keluar rumah karena terkunci waktu kebakaran terjadi," jelasnya.

Mengenai penyebab kebakaran dirinya mengungkapkan belum dapat menyimpulkan dan masih dalam penyelidikan pihaknya.

Namun, jumlah kerugian yang ditanggung warga diperkirakannya dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Seperti diketahui sebelumnya, kebakaran terjadi di permukiman warga Jalan Penjernihan Dalam RT 04/07 Bendungan Hilir, Tanah Abang pada Selasa (12/4) sekira pukul 09.15 WIB.

Sebanyak 16 unit armada pemadam kebakaran disiagakan untuk mengambil dan menyemprotkan air dari Banjir Kanal Barat (BKB) yang hanya berjarak sekira 30 meter dari titik kebakaran.

Hingga pukul 09.45 WIB, warga bersama petugas pemadam kebakaran masih berjibaku berusaha memadamkan api.

Puluhan warga terlihat membantu petugas melakukan pemadaman api hingga kini.

Secara bersamaan, sejumlah warga pun mencoba mengevakuasi perabot rumah yang masih tertinggal.

Proses pemadaman terlihat sedikit terkendala, karena bukan hanya akses jalan menuju titik api berupa gang sempit berukuran satu meter, api dengan cepat merambat rumah warga karena antara rumah satu dengan lainnya saling menempel.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved