Tujuh Anak Yang Ditinggal Kawin Ayahnya Dihidupi Sang Nenek
Nenek ke-7 anak itu sudah berumur 65 tahun dan tinggal di gang-gang sempit.
WARTA KOTA, SEMANGGI - Tujuh anak yang kini terlantar usai ditinggal kawin lagi ayah mereka, kini hidup pas-pasan bersama neneknya di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, 7 anak didampingi pengacara yang berbaik hati mengurus kasus mereka, melapor ke Polda Metro Jaya karena ditelantarkan sang ayah, BS (48) yang menikah lagi, Sabtu (9/4/2016).
Pengacaranya, Asmond, menolak berkomentar banyak terkait kasus itu.
Tapi dari surat laporan bernomor : LP/1690/IV/2016/PMJ/Dit.Reskrimum, diketahui bahwa kini anak-anak itu tinggal bersama nenek mereka dan tak dibiayai lagi oleh ayahnya.
Nenek ke-7 anak itu sudah berumur 65 tahun dan tinggal di gang-gang sempit.
Sang nenek punya beberapa petak kontrakan yang tak seluruhnya diisi oleh penyewa.
Makanya sang nenek kewalahan membiayai ke-7 cucunya itu. Sebab cucunya ada yang usianya masih 3 tahun, 5 tahun, 12 tahun, dan paling tua berusia 15 tahun serta 21 tahun.
Ayah ke-7 anak itu diketahui menjadi duda sejak tahun 2013 lalu. Ketika itu istrinya meninggal dunia.
Kemudian sang ayah memiliki hubungan dengan seorang janda beranak dua.
BS yang bekerja sebagai montir itu kemudian menikahi janda itu pada September 2015 lalu.
Setelah itu dia pergi dari rumah dan meninggalkan ke-7 anaknya. Dia hanya datang sesekali dan tak menafkahi anak-anak itu.
Makanya kemudian anak tertua BS, yakni NSH (21) memilih mendatangi pengacara, lalu meminta tolong untuk dibantu menangani kasusnya.
Barulah kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160410-kawin-nikah_20160410_224011.jpg)