Jumat, 10 April 2026

Reklamasi Jakarta

Mantan Wagub DKI: Ahok-Sunny-Podomoro Punya Hubungan Khusus

Sunny Tanuwidjaja dipastikan tidak hanya sekedar staf khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama.

Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Eri Komar Sinaga
Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007-2012, Mayjen (Purn) Prijanto, menduga ada hubungan khusus antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sunny Tanuwidjaja, dan Agung Podomoro Land. 

WARTA KOTA, CIKINI-- Sunny Tanuwidjaja dipastikan tidak hanya sekedar staf khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Saat Basuki atau Ahok masih menjabat wakil gubernur DKI Jakarta, Sunny sudah wara-wiri di tempat kerja Basuki, di balai kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007-2012, Mayjen (Purn) Prijanto, mengatakan, walau Sunny bukan pegawai negeri sipil (PNS), Sunny memiliki keistimewaan memasuki ruangan kerja Ahok.

"Itu lah shadow of government (bayangan pemerintahan). Sunny itu kan bukan PNS," kata Prijanto saat diskusi bertajuk 'Reklamasi Penuh Diri' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/4/2016).

Prijanto menuturkan, Sunny mengetahui banyak kasus-kasus yang ditangani Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satunya adalah soal hubungan pengembang Agung Podomoro Lang dengan Pemprov DKI Jakarta.

Tahun 2013, Prijanto mempersoalkan pembangunan tamand an stadion BMW. Menurut Prijanto, proyek pembuatan taman yang berada di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu diduga sarat korupsi.

Menurut dia, terdapat kejanggalan dalam berita acara penyerahan lahan dari Podomoro ke Pemprov DKI Jakarta. Di dalam berita acara serah terima, dari Poromor ke pemprov DKI, luas lahan tertulis 26 hektare. Padahal, kata Prijanto, luas lahan yang tertera pada surat pelepasan hak dari pemilik tanah kepada pengembang tertulis 12 hektar.

Prijanto kemudian mengutarakan persoalan tersebut ke Ahok melalui Sunny. Prijanto enggan langsung bertemu dengan Ahok karena Ahok akan mendominasi sebelum Prijanto menjelaskan duduk persoalan. Saat membaca laporan itu, Sunny kata Prijanto, mengatakan berita acara tersebut bodong. Dia pun sepakat melaporkan ke Ahok yang saat itu masih menjadi wakil gubernur.

Prijanto kemudian bertemu dengan Ahok yang dibungkus dalam acara makan malam menindaklanjuti soal lahan taman BMW tersebut. Sepekan kemudian, kata Prijanto, Ahok mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan yang mengatakan tidak ada ada korupsi dari serah terima lahan dari Podomoro.

Dari rangkaian peristiwa tersebut, Prijanto mengetahui Sunny memang memiliki hubungan yang erat dengan Ahok dan Podomoro.

"Saya simpulkan ada hubungan yang erat antara Pak Ahok, Pak Sunny dan Podomoro. Kaitan di sini, di sini terjadi pembiaran terhadap kasus korupsi masa lalu dan saya katakan patut diduga ikut secara tidak langsung adanya dugaan korupsi taman BMW karena disertifikatkan dengan cara yang tidak benar," tukas Prijanto.

Sekadar informasi, KPK telah mengirimkan nama Sunny Tanuwidjaja ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan. Pencegahan tersebut terkati kasus suap pembahasa Raperda reklamasi pantai utara Jakarta.

Pada kasus tersebut KPK telah menetapkan sebagai tersangka Anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Presiden Direktur PT Agung Poromoro Land Ariesman Widjaja dan personal asistant di Podomoro Trinanda Prihantoro.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved