Breaking News:

Ujian Nasional

Terjangkit DBD, Andika Terpaksa Ikuti Ujian Nasional di Rumah Sakit

Andika Fitriani (18), siswi SMA Angkasa 1 Halim, Jakarta Timur terpaksa mengikuti Ujian Nasional di rumah sakit gara-gara terserang DBD.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Andika Fitriani Terpaksa Ikuti UN di RS Harum karena terserang demam berdarah. 

WARTA KOTA, MAKASAR - Andika Fitriani (18), siswi SMA Angkasa 1 Halim, Jakarta Timur terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) di rumah sakit. Ia terpaksa melakukan hal itu karena dirinya terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Andika mengerjakan soal UN sambil berbaring dengan tangan kanan terpasang infus di ruangan tempatnya dirawat di RS Harum, Jakarta Timur.

Andika yang mengenakan seragam sekolah putih abu-abu, diawasi dua orang pengawas saat mengikuti ujian.

Anak pasangan Dalyono (51) dan Karinem (43) itu sendiri mengaku sempat pusing saat mengerjakan soal ujian.

"Saya sempat enggak bisa belajar pas malam hari karena belum cukup kuat. Kalau dipaksa belajar, malah mual dan kepala juga pusing. Jadinya saya cuma kerjakan semampunya saja," kata anak pertama dari dua bersaudara itu, Selasa (5/4/2016).

Andika masuk rumah sakit terhitung pada hari Minggu (3/4/2016) karena sejak hari Kamis (30/3/2016) lalu, ia mulai merasakan tubuhnya tidak enak badan dan panas. Bahkan pada saat baru masuk ke rumah sakit, trombositnya hanya 104 dan pada hari Senin (4/4/2016) sempat turun menjadi 83.

"Pas dokter ambil sampel darah, anak saya dinyatakan positif DBD. Makanya langsung dirawat di sini. Doanya mudah-mudahan lulus meski dalam keadaan terbatas," kata Karinem (43), ibunda Andika.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah Dua, Ungkadi mengatakan para siswa yang sakit dan tetap mengikuti ujian, tetap mendapatkan pengawasan dari petugas.

Sementara mengenai waktu ujian, pelaksanaannya dilakukam sama seperti di sekolah.

"Kami berusaha memberikan pelayanan prima kepada para peserta didik, jadi kami mengirim soal ujian bersama dua orang pengawas ke rumah sakit. Prosedurnya diperlakukan standar, sama seperti yang sehat," katanya.

Meski demikian pihaknya juga memberikan kelonggaran siswa yang sakit untuk tidak mengikuti UN. Mereka dapat mengikuti UN susulan yang digelar pekan depan.

Namun jika siswa tersebut yakin mampu mengerjakan, itu tidak ada masalah meski harus di rumah sakit.

"Mereka sebenarnya bisa mengikuti UN susulan pekan depan, sambil memulihkan kondisi fisiknya. Namun jika merasa mampu mengerjakan, ya tidak ada masalah," kata Ungkadi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved