Beredar Susunan Nama Menteri Kabinet Hasil Reshuffle di Media Sosial

Saat ini di media sosial beredar susunan nama menteri pada Kabinet Kerja hasil "perombakan".

Beredar Susunan Nama Menteri Kabinet Hasil Reshuffle di Media Sosial
Kompas.com
Kabinet kerja Jokowi. 

WARTA KOTA, MATRAMAN - Isu bahwa Presiden Joko Widoo akan melakukan perombakan susunan menteri pada Kabinet Kerja yang dipimpinya semakin kencang.

Saat ini di media sosial beredar susunan nama menteri pada Kabinet Kerja hasil "perombakan".

Salah satu susunan kabinet baru itu beredar di media sosial Facebook pada pemilik akun bernama OW yang dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa Angkatan 1998. OW lebih dikenal sebagai aktivis yang menekuni masalah transportasi di Indonesia.

Karena dalam susunan itu banyak nama yang berasal dari kalangan PDI Perjuangan atau yang dekat dengan partai ini, Warta Kota mencoba mencari penjeasan dari kalangan yang dekat dengan "Teuku Umar 27A".

Jalan Teuku Umar No 27A, Menteng, Jakarta Pusat adalah rumah kediaman Megawati Soekarnoputri, ketua umum PDI Perjuangan.

"Kemarin seorang kawan bertanya langsung soal daftar itu, dan diakui bahwa sebagian besar nama yang ada dalam daftar itu adalah hasil otak-atik mereka," kata sumber tersebut.

Isu perombakan kabinet mencuat setelah Presiden Jokowi menemui sejumlah tokoh politik dan pengusaha.

Mereka antara lain Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Sekjen PPP M Romahurmuziy, mantan Menteri Perdagangan, M. Lutfi, bos Mahaka Grup, Erick Tohir, hingga Soetrisno Bachir.

Namun pada Minggu (3/4) malam lalu Presiden meminta seluruh menteri untuk tetap fokus pada tugasnya di tengah isu perombakan Kabinet Kerja.

"Semuanya fokus kerja dulu, tidak usah ada yang dorong-dorong, tidak usah," kata Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Presiden juga meminta semua pihak tidak mengintervensi keputusan tentang jadi atau tidaknya perombakan kabinet. "Tidak ada yang dikte-dikte, apalagi...," tegasnya.

Secara terpisah Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh mengatakan, sikap Nasdem tetap seperti sediakala, yakni menyerahkan masalah perombakan kebinet kepada Presiden. Sebab perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

"Jadi kalau saja nanti jadi ada reshuffle atau tidak ya itu Presiden yang akan memutuskan," kata Surya Paloh di sela-sela acara Rapat Koordinasi Khusus Badan Pemenangan Pemilu dan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Partai Nasdem di Hotel Mercure, Jakarta Utara. (wip)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved