Naikkan Tarif Sepihak, Dua Papan Nama PO Bus Dicopot

Sedikitnya dua papan nama PO Bus AKAP yakni Hasta Putra dan Langsung Jaya diturunkan paksa dari Terminal Kampung Rambutan dan Pulogadung, Rabu siang.

Naikkan Tarif Sepihak, Dua Papan Nama PO Bus Dicopot
Kompas.com
Sejumlah bus angkutan antarkota dan angkutan antarprovinsi diparkir berderet di Terminal Pulogadung untuk kemudian diberangkatkan secara bergiliran. 

WARTA KOTA, CIRACAS - Sedikitnya dua papan nama PO Bus AKAP yakni Hasta Putra dan Langsung Jaya diturunkan paksa dari Terminal Kampung Rambutan dan Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (30/3/2016) petang.

Tindakan tersebut diambil setelah kedua PO itu kedapatan melakukan pelanggaran dengan cara menaikkan tarif diluar ketentuan saat libur Paskah pada pekan lalu.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari peristiwa sebelumnya dimana seorang penumpang bernama Eko (35) menjadi korban Hasta Putra setelah pada Jumat lalu harus membayar tiket Rp 250.000 dengan tujuan Solo saat berada di Terminal Kampung Rambutan.

"Waktu itu dipaksa dan dikerubutin banyak calo, akhirnya saya beli juga. Kenapa sekarang saya baru lapor itu karena saya baru datang dari kampung," ungkap Eko sambil menunjukkan tiketnya, Rabu (30/3/2016).

Kepala Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan, Emeral August mengatakan papan nama PO Hasta Putra dicopot karena kedapatan menjual tiket dengan harga tinggi dimana tiket jurusan Solo yang seharusnya dijual Rp 110.000-Rp 120.000 malah dijual seharga Rp 250.000-Rp 300.000.

"Sebelumnya dua pekan lalu PO Hasta Putra juga sudah kami stop operasi selama dua minggu karena menaikkan tarif secara sepihak. Tapi ternyata mereka sekarang mengulangi lagi, akhirnya kami ambil tindakan tegas dengan menghentikan operasinya selama sebulan," kata Emeral.

PO Langsung Jaya

Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Muhammad Faisol mengatakan, tindakan serupa juga dilakukan di Terminal Pulogadung di mana papan nama PO Langsung Jaya diturunkan dan dilarang beroperasi.

Tindakan itu diambil karena PO bus tersebut menaikkan tarif secara sepihak dimana yang harusnya hanya dijual Rp 180.000, malah dihargai Rp 265.000 kepada setiap penumpang.

"Kedua PO Bus nakal itu kita berhentikan operasinya dan kendaraannya akan dikandangkan selama satu bulan. Ini untuk memberikan efek jera kepada mereka," ucapnya.

Faisol menegaskan jika sampai tiga kali masih melakukan pelanggaran yang sama, pihaknya akan mengusulkan ke Dirjen Perhubungan Darat supaya izin operasionalnya dicabut.

"Kami enggak akan main-main, jika masih melakukan kesalahan yang sama, izin operasionalnya bisa dicabut," kata Faisol.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved