VIDEO: Tukang Sayur Gagal Umroh Ditipu Yayasan As Salam

Seorang tukang sayur, Sukiman (60), gagal umroh lantaran ditipu Yayasan As Salam di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

WARTA KOTA, SEMANGGI - Seorang tukang sayur, Sukiman (60), gagal umroh lantaran ditipu Yayasan As Salam di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sukiman adalah 1 dari 337 korban lainnya yang gagal Umroh.

Sukiman menceritakan, dia sudah membayar Rp 32 Juta untuk berangkat Umroh bersama istrinya.

Pembayaran sudah dilunasi sejak April 2015. Uang sebanyak itu Ia dapat dari menabung selama 2 tahun.

"Dari uang hasil jualan sayur. Saya kan dagang di pasar Kelapa Gading. Saya tabung di celengan itu," kata Sukiman kepada Wartakotalive.com, Rabu (23/3).

Semestinya Ia berangkat pada Desember 2015, sesuai janji Yayasan As Salam.

Tapi kemudian dibatalkan, dan diundur. Tapi sampai Maret 2016 ini, Sukiman belum berangkat juga.

Dia mengaku agak malu dengan para tetangganya di Jalan Kayu Mas Timur, Pulogadung, Jakarta Timur.

Sebab dia sudah mengundang tetangganya untuk acara syukuran keberangkatannya Umroh.

"Bahkan sudah nangis-nangisan perpisahan itu di acara itu. Eh tahunya batal, ya malu Lah," kata Sukiman.

Selain Sukiman masih ada 337 korban lainnya dan sebagian besar warga Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta. Utara yang letaknya berdekatan dengan Kantor Yayasan As Salam.

Jumlah kerugian korban bervariasi. Bahkan ada yang mencapai Rp 200 Juta seperti yang dialami Rahmadani (33).

"Saya soalnya ajak keluarga 16 orang," kata Rahmadani. Yayasan As Salam memang mematok harga Rp 16 Juta untuk setiap orang yang ikut.

Para korban sudah melunasi biaya sejak April 2015. Lalu dijanjikan berangkat pada Desember 2015.

Tapi sampai Maret 2016 ini, mereka tak juga berangkat dan pihak yayasan cenderung banyak alasan dan mengambinghitamkan pihak lain.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved