Breaking News:

Razia PKL

Enam Lapak Pedagang di atas Saluran Dibongkar Petugas

Endang menuturkan penertiban itu berlangsung secara kondusif dan tidak ada penolakan dari pemilik lapak yang sudah berjualan puluhan tahun itu.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Bintang Pradewo
Kendaraan Satpol PP memuat puing lapak pedagang yang berjualan di atas saluran, Rabu (23/3). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA - Dalam kegiatan rabu tertib yang dilaksanakan Kecamatan Kebayoran Lama menyisir pada lapak-lapak yang berjualan di atas saluran.

Enam bangunan semi permanen yang berada di Jalan Kemandoran II RT 09/03, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (23/3) pagi ditertibkan puluhan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Kelurahan Grogol Utara.

Puluhan petugas Satpol PP dan belasan PPSU dipimpin langsung oleh Wakil Camat Kebayoran Lama, Endang Efendi dan Kasatpol PP Kecamatan Kebayoran Lama, Asromadian.

Mereka mengangkut bangunan semi permanen yang berada diatas saluran seluas 1,5 meter.

Beton-beton sebagai fondasi dari enam lapak yang terdiri dari warung kelontong, es kelapa dan penjualan voucher dibongkar puluhan petugas.

Endang menuturkan penertiban itu berlangsung secara kondusif dan tidak ada penolakan dari pemilik lapak yang sudah berjualan puluhan tahun itu.

"Pembongkaran itu dilakukan menindak lanjuti keluhan masyarakat yang langsung menyurati pak Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)," kata Endang, Rabu (23/3).

Lapak berukuran sekitar 2 meter x 2 meter itu langsung rata dan dikembalikan fungsinya ke saluran. Beberapa barang-barang diangkut ke mobil Satpol PP Kecamatan Kebayoran Lama.

"Karena kita harus mengembalikan fungsi saluran dan tidak boleh ada yang berjualan di atas saluran," ucapnya.

Persuasif

Sementara itu, Kasatpol PP Kecamatan Kebayoran Lama, Asromadian mengutarakan pihaknya secara persuasif melakukan penertiban bangunan. Menurutnya, tidak ada pemilik yang berontak atau menolak untuk ditertibkan.

"Tadi ada sekitar 40 personel Satpol PP dan 15 dari PPSU membantu proses pembongkaran," ucapnya.

Dia menambahkan untuk pengerukan saluran sulit dilakukan karena lapak pedagang itu sudah dikasih beton. Sehingga, pihaknya juga menghancurkan beton yang dijadikan fondasi lapak-lapak itu.

"Bangunan yang di atas got fondasinya pake beton. Jadi kita bongkar sekalian biar saluran kalau dikeruk lebih gampang," ucapnya.(bin)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved