Selasa, 7 April 2026

Pesawat Jatuh

Anak Kebanggaan Keluarga Itu Diminta Tidak Lupa Berdoa

Sejak kecil, Ontang adalah kebanggaan di tengah keluarga.

Warta Kota/Gopis Simatupang (repro)
Minggu (20/3/2016) pagi atau beberapa jam sebelum helikopter yang mengangkut dia dan 12 prajurit TNI lainnya mengalami kecelakaan, Ontang masih sempat menelepon sang ibu, Riatoman Sinaga. Dalam percakapan terakhir kalinya itu, Ria berpesan agar Ontang tidak lupa berdoa. 

WARTAKOTA, PASAR REBO -- Gugurnya Kolonel Ontang Roma Pangihutan Sitindaon menjadi kehilangan besar bagi keluarga, khususnya sang ibu, Riatoman Sinaga.

Sejak kecil, Ontang adalah kebanggaan di tengah keluarga.

Dia juga sangat sayang terhadap keluarganya.

Bahkan, Minggu (20/3/2016) pagi atau beberapa jam sebelum helikopter yang mengangkut dia dan 12 prajurit TNI lainnya mengalami kecelakaan, Ontang masih sempat menelepon sang ibu, Riatoman Sinaga.

Dalam percakapan terakhir kalinya itu, Ria berpesan agar Ontang tidak lupa berdoa.

"Pagi-pagi jam delapan dia masih telepon. Dia tanya, 'Mama lagi apa? Sehat-sehat ya ma.' Saya jawab, 'Iya.' Kapan kamu pulang? Dia bilang belum tahu, masih tugas.

"Lalu saya bilang, 'Jangan lupa berdoa ya, Mang (amang: panggilan ibu kepada anak laki-laki--Red)," ujar Ria menirukan percakapannya dengan Ontang, saat ditemui di rumah duka, Senin (21/3).

"Nggak tahunya pagi telepon, sore sudah nggak ada," bilang Ria tak henti-hentinya berderai air mata.

Hingga Senin malam, keluarga dan kerabat tak henti-hentinya datang melayat dan berusaha menguatkan keluarga yang ditinggalkan Kolonel Ontang.

Namun Ria, termasuk istri Ontang, Anasanti Sianturi, dan dua putri Ontang, Bella Sianturi dan Wendi Sianturi, tak henti-hentinya menangis.

Rosalina Sinaga, tante dari Ontang, mengatakan, memang sngat berat bagi keluarga menerima kenyataan bahwa Ontang telah tiada.

Apalagi Ontang adalah anak kesayangan.

Sebelum Ontang lahir, keluarga sangat mendambakan anak laki-laki setelah tiga anak yang lahir lebih dulu perempuan.

"Di dalam adat Batak anak laki-laki itu nilainya sangat lebih dibandingkan wanita. Jadi, kakak dia itu ada tiga orang perempuan. Anak ke empat baru lahir laki-laki, yaitu Ontang. Dia pun lahir dengan semangat. Jadi memang keluarga senang saat Ontang lahir," bilang Rosalina.

Rosalina mengaku sangat terkesan dengan Ontang.

Dia bercerita, saat SMA Ontang masuk menjadi anggota pecinta alam karena kesenangannya mendaki gunung, lalu masuk sekolah AKABRI hingga akhirnya menjadi perwira menengah TNI AD dengan pangkat kolonel.

"Selama mengikuti pendidikan di AKABRI dia sangat bangga sekali dengan kehidupan di AKABRI. Dan setelah dia tamat pun dia sangat excited banget, kalau dia cerita tugas ke Papua, kemana aja, dia sangat bangga dan kita juga bangga mendengarnya," tutur Rosalina.

Karena hal itu, kata Rosalina, keluarga besar sangat kehilangan Ontang.

"Dia sangat mencintai bangsa ini," kata Rosalina.

Jenazah Ontang bersama korban kecelakaan helikopter lainnya kini telah berada di RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.

Proses identifikasi antara satu hingga dua hari. Setelah identifikasi selesai, para korban akan disemayamkan di Lanud Halim Perdanakusuma, kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Sebenarnya keluarga ingin agar Ontang disemayamkan di rumahnya.

Selain itu, keluarga juga berharap agar pihak TNI mengijinkan untuk upacara pelepasan dalam adat Batak. Namun, sesuai prosedur, dua keinginan keluarga tak bisa terpenuhi.

Seperti diketahui, helikopter jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang ditumpangi Ontang dan 12 penumpang lain jatuh di Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3). Mabes TNI menyatakan, tim investigasi sedang dibentuk untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut.

Kolonel Infanteri Ontang meninggalkan seorang istri, Anasanti Sianturi serta dua orang anak, Bella Sitindaon yang masih duduk di SMA kelas 1 dan Wendi Sitindaon yang masih bersekolah SMP kelas 3.

Ikuti perkembangan berita menari lainnya, Follow di 

@wartakotalive

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved