Skandal Hambalang Jadi Polemik antara Kubu Jokowi dan SBY

Antara kubu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan SBY masih terus memberikan sindiran, Roy Suryo sebut Jokowi hanya pencitraan.

Editor: Gede Moenanto
Twitter
Ilustrasi. Karya Eko Nugroho jadi desain Louis Vuitton. Hebat. Seniman perlu dikoneksikan dengan industri fesyen. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Saling serang di antara kubu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden VI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terelakkan.

Presiden Jokowi Geleng Kepala Lihat Proyek Hambalang Peninggalan SBY.‎
Sejumlah kalangan sudah menilah, apa yang ditunjukkan Presiden Jokowi sebenarnya bukan sindiran.
Apalagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengawal proyek tersebut, tetapi masih banyak catatan yang ada, termasuk soal bagaimana penguatan konstruksi dalam proyeknya.
Roy menambahkan, jika dulu tak ada larangan dari KPK, tentu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono akan melanjutkannya.Clear, bukan niat pemerintah saat itu membuat itu mangkrak.
Niat kami ingin meneruskan. Kami berterima kasih kalau itu diteruskan, tetapi tidak perlu mengatakan ini mangkrak, atau ini sisa-sisa peninggalan. Tidak baguslah," imbuhnya.
Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono meninjau langsung lokasi proyek pembangunan P3SON di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3/2016).
Jokowi datang ke Hambalang untuk melihat langsung kondisi bangunan yang sampai saat ini masih terbengkalai.
Dia mengaku masih memikirkan apakah megaproyek yang menelan biaya hingga Rp 1,2 triliun dari anggaran negara ini perlu dilanjutkan atau tidak.
"Perlu keputusan apakah dilanjutkan atau tidak. Kalau dilanjutkan, untuk apa. Apakah masih untuk sekolah olahraga, mungkin diubah menjadi tempat pelatnas, bisa juga menjadi rusunawa," ucap Jokowi.‎‎
Sementara itu, Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan, kasus Hambalang saat ini masih dalam pengembangan. Menurut dia, sebelum ada keputusan bahwa proyek tersebut dilanjutkan, kelayakan proyek dan kepemilikan aset perlu dipertimbangkan.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah pengembangan kasus yang belum selesai.
"Jika proyek akan dilanjutkan, silakan merujuk pada pendapat ahli yang sudah disampaikan dalam persidangan kasus ini. KPK tidak ingin kerugian negara berulang dalam kasus ini," kata Yuyuk saat dikonfirmasi.‎
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mempertanyakan pertimbangan Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
Menurut dia, sudah jelas, ada rekomendasi Panitia Kerja (Panja) DPR dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk tak melanjutkan pembangunan tersebut hingga kasus hukum selesai.
"Nah, itu intinya (lahan tak layak bangun). Buat apa Presiden Jokowi kemarin repot-repot sidak ke Hambalang segala?
Sudah jelas semua ada di rekomendasi Panja DPR dan Kementerian PU dan Pera kalau beliau mau baca sebelumnya," kata Roy saat dikonfirmasi, Sabtu (19/3/2016).
"So, apa kemarin hanya pencitraan sebagaimana biasanya saja?" kata Roy.
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved