Breaking News:

Pedagang Kapok Jual Bahan Pangan Berformalin, yang Mereka Dapat dari Pemasok

Karena berbahaya buat konsumen dan merugikan, para pedagang menyatakan kapok berjualan pangan dengan pengawet seperti formalin yang merusak tubuh masy

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Dwi Rizki
Ilustrasi. Dari sebanyak 20 pasar tradisional, yang sudah diselidiki, sepanjang bulan Maret 2016, keseluruhannya ditemukan zat berbahaya seperti formalin, rhodamine B atau pewarna sintetis, dan boraks. 

WARTA KOTA, TAMBORA -- Para pedagang di pasar tradisional yang berada di Jakarta Barat terkejut saat kedatangan petugas Sudin Kelautan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Barat pada Jumat (18/3/2016).

Suasana menjadi semakin ramai, saat petugas menggelar inspeksi mendadak (sidak) mengecek bahan pangan yang mengandung zat berbahaya dijual pedagang.

Ada lima pasar yang disantroni gerombolan petugas Sudin KPKP ini. Kelima pasar yang dioperasi di antaranya Pasar Jembatan Dua, Jembatan Lima, Jembatan Besi, Pos Pengumben, dan Pasar Kedoya.

Hasilnya ada beberapa jenis bahan pangan yang mengandung formalin. Jenis makanan berformalin yang banyak ditemukan petugas yaitu tahu, ada juga sayuran mengandung zat kimia berbahaya.

Pedagang yang menjual bahan pangan berformalin itu pun tak menyangka. Mereka mengaku tak memakai formlin di tahu yang dijajakannya.

"Saya enggak tahu, kapok ngambil tahu lagi ke pemasok. Biasanya juga dikirim sama pemasok dan dijual di sini," ujar satu dari pedagang di Pasar Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (18/3/2016).

Kasudin KPKP, Renova Ida Siahaan menyatakan jajarannya memberikan sanksi kepada para pedagang yang menjual bahan pangan berformalin ini. Razia ini bertujuan guna memberikan efek jera terhadap pedagang - pedagang tersebut.

"Kami menempelkan stiker di beberapa lapak pedagang yang jual bahan pangan formalin. Ini sebagai sanksi sosial kepada mereka," ucap Renova.

Stiker - stiker itu bertuliskan "Komoditas di Pedagang Ini Sudah Diperiksa dengan Laboratorium dengan Hasil Positif Mengandung Bahan Kimia Berbahaya".

"Stiker yang ditempel ini jangan dicabut sampai jangka waktu dua bulan," katanya.

Renova menambahkan pihaknya akan menyelidiki pemasok bahan pangan berformalin yang dijajakan di pasar - pasar tradisional Jakarta Barat. "Ini sebagai wujud untuk melindungi konsumen dari bahan pangan mengandung zat kimia yang bisa membahayakan warga apabila mengkonsumsinya," papar Renova.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved