Minuman Berenergi Picu Obesitas

Minuman berenergi dapat menimbulkan obesitas.

Minuman Berenergi Picu Obesitas
metro.co.uk
Ilustrasi 

WARTA KOTA,  PALMERAH-Gaya hidup seseorang memengaruhi kesehatannya. Begitu pula dengan kebiasaan atau gaya hidup seseorang ketika minum minuman berenergi. Sebab kebiasaan itu memicu terjadinya obesitas.

Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Budi Wiweko. SpOG (K), mengatakan, minuman yang berenergi mengandung 10 persen energi. Sementara itu kebutuhan energi tubuh tersebut 100 persen dan jika ditambah 10 persen minuman berenergi itu maka energi menjadi berlebih. Hal itu pun memicu obesitas.

"Kami mendorong diet seimbang. Ada batasan minyak, gula, dan garam yang masuk ke dalam tubuh. Minuman yang memiliki energi juga harus dibatasi asupannya. Misalnya minuman yang mengandung gula," ujarnya.

Budi menambahkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia mulai tinggi. Bahkan ada memenuhi kebutuhan cairan tubuh berlebih. Seharusnya 2 liter per hari ini menjadi 2,3 liter per hari. Umumnya biasaan ini dilakukan masyarakat Padang dan Makasar.

Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UI - RSCM, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono menyebutkan bahwa orang dengan tubuh gemuk mengalami dehidrasi lebih. Sebab setiap 3 kg bobot tubuh membutuhkan air 30 ml.

"Orang dengan tubuh gemuk lebih menderita kronik jika mengalami dehidrasi. Sebab pada tubuh gemuk itu 70 persen cairan," imbuhnya.

Ganggu janin
Budi mengatakan, dehidrasi pada ibu hamil akan mengganggu pertumbuhan janin bayinya. Sebab dehidrasi membuat asupan nutrisi ke janin bayi tidak lancar.

"Dehidrasi membuat darah kurang mengantarkan nutrisi ke tubuh janin melalui tali pusar. Jika ini terjadi terus menerus akan mengganggu pertumbuhan janin. Selain itu, dehidrasi juga menyebabkan air ketuban sedikit," tandasnya.

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved