Breaking News:

Lombok Jadi Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia, Penyediaan Toilet Bersih Jadi Jaminan

Penyediaan toilet bersih menjamin Lombok sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia.

Editor: Gede Moenanto
Kompas.com
Lombok jadi destinas wisata halal terbaik di dunia. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Lombok telah mengukuhkan diri sebagai destinasi World Best Halal Tourism dan World Best Halal Honeymoon yang diterima dari ajang kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition yang diumumkan di Uni Emirat Arab (UEA) pada 2015 lalu.

Hal tersebut dijelaskan Lalu M fauzal, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat kepada KompasTravel, baru-baru ini.

"Kami sudah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung wisata halal di Lombok. Contohnya adalah menyiapkan tempat tempat ibadah serta kuliner yang bersertifikat halal. Kami bekerja dengan MUI untuk memberikan label hahal untuk kuliner yang ada di Lombok. Dan ini sudah diatur dengan Pergub," jelas Lalu M Fauzan.

Ia menjelaskan, dengan branding wisata halal, bukan berarti yang tidak halal dilarang, tetapi akan tetap berdampingan. Ia mencontohkan jika ada wisatawan yang memerlukan kebutuhan yang non halal bisa saja memesan pada restoran atau hotel. Hanya saja tidak akan tercantum pada menu makanan.

"Selain itu kamu juga memghimbau pengelola restoran dan rumah makan atau destinasi wisata lainnya untuk memberikan kebutuhan tempat ibadah sehingga tidak kesulitan jika akan beribadah. Yang konvensional masih bisa berjalan seperti biasa. Nanti akan dipisah," ungkapnya.

Toilet Bersih

Sementara itu, ada momen haru biru di Seminar Wisata Halal Dunia di Hotel Lombok Raya, 17 Mare 2016, pagi sampai siang. Niat hati Menpar Arief Yahya hendak memberi contoh kepada masyarakat dengan membangunkan toilet bersih Lombok.

Toilet tipe 27 seharga Rp 120 juta dan tipe 36 senilai Rp 150 juta, uang muka 1 persen, bunga cicilan 5 persen flat, jika dihitung tiket masuk Rp 2.000, sudah sangat sehat secara bisnis.

"Toilet bersih itu jangan lagi dikelola pemda, karena ujung-ujungnya tidak terawat, jorok dan mushalanya bau. Hampir semua begitu, ini fakta. Kalau setuju, saya mau memberikan contoh manajemen toilet, karena World Economic Forum (WEF) menempatian Indonesia itu nomor 116, dari 144 negara soal healty and hygiene itu. Malu kita," ucap Menpar Arief Yahya di seminar yang diprakarsai Kompas dan Kemenpar itu.

Bagaimana tidak malu?

Lombok itu World Best Halal Tourism Destinasi 2015. Indonesia berpenduduk muslem terbesar di dunia dan Islam mengajarkan, kebersihan adalah sebagian dari iman.

"Tetapi, toiletnya minta ampun, . Terus terang saya malu kalau seperti itu," ungkpnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Tuan Guru Muhammad Zainul Majdi angkat bicara. Dia memuji niat baik dan kesungguhan Menpar Arief Yahya itu.

"Sudahlah. Pak Menteri biar mengurus yang besar-besar saja. Soal toilet biarlah urusan kami, kami yang akan mengurusnya. Kami malu. Terlalu kecil urusan toilet sampai ke Pak Menteri," kata dia.

Adegan haru itu sempat membuat peserta seminar itu terhenti terhenti sejenak.

Semua pasang mata tertuju pada meja Menpar dan Gubernur yang duduk bersebelahan.

Dua layar proyektor di depan juga ikut menjadi fokus perhatian sekitar 150 audience yang duduk di belakang.
Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menjadi keynote speaker di Seminar soal Daya Tarik Indonesia sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia itu ingin memberikan yang terbaik buat Lombok.

Gubernur Tuan Guru Zainul Majdi juga sangat hormat dengan niat baik tersebut dan tak ingin kehilangan muka. Maka Gubernur yang muda dan cerdas itu pun mengambil posisi, yang meng-handle urusan toilet.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved