Breaking News:

PRT Disetrika Majikan

Majikan Sadis Kalap Siksa PRT Gara-gara Masalah Sepele

Majikan ini demikian kejamnya dan hanya kesalahan kecil sudah membuat dia kalap untuk menyiksa PRT malang ini.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Wajah PRT di Koja yang disetrika majikan sendiri. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Majikan ini kalap dan tega menyiksa seorang pembantu di kediaman pelaku.

Mahona alias Mona (15), wanita asal Indramayu, Jawa Barat yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) Jalan Bandar Ujung, RT 4/6 Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, mendapat perilaku kasar oleh majikannya sendiri, Senin (14/3/2016), sore. Wajah wanita yang akrab disapa Mona ini pun disetrika hingga kulit bagian pipi kanan, melepuh.

Nani Casnia (35), pelaku kekerasan yang merupakan majikan Mona pun hanya tertunduk malu dan menutupi wajahnya dengan masker di depan awak media.

Terpantau wanita berjilbab hitam dan bertubuh gemuk ini tertunduk dan enggan berkomentar saat dirinya usai dilakukan pengecekan kesehatan Dokkes Polres Jakarta Utara. Dituntun pihak kepolisian, serbuan pertanyaan awak media, hanya ditanggapi Nani denga menggelengkan kepalanya.

Sementara itu, Herbert Aritonang, selaku kuasa hukum Mona di Polres Jakarta Utara, mengaku motif kekerasan yang dilakukan Nani, lantaran Mona salah cara mengurus anak perempuan Nani yang masih berusia empat tahun.

"Mahona ini memang mengadukan majikannya karena memukul, menendang dan menyetrika wajahnya ke polisi. Kemungkinan, motif kekerasan yang dilakukan karena Nani emosi terhadap Mahona yang salah cara mengurus anak," ujarnya, Selasa (15/6/2016)

Diakui Herbert, Nani bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat tersebut dikenal warga tak pernah bersosialisasi. Akibat kekerasan yang dilakukan Nani, jelas Herbert kembali, bersama warga Mahona langsung melaporkan tragedi yang menimpanya ke Polres Jakut.

"Mahona langsung melaporkan perbuatan majikannya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Utara pada Senin (14/3/2016). Untuk hari ini, Mahona datang ke Polres untuk merevisi BAP dan telah diperiksa PPA. Dia (Mahona) juga diantar pulang berasama pamannya, dan aktivis Jaringan Nasional Advokasi PRT," paparnya.

Emosi Nani, jelas Herbert, semakin menjadi lantaran, saat Mahona mengurus anak semata wayangnya.

Anak tersebut menangis, sehingga M juga ditendang dan dicakar oleh Nani.

"Majikannya kembali marah ketika Mahona menyeterika pakaian agak lama sekitar 1 jam. Nani emosi dan akhirnya menempelkan setrikaan bekas dipakai Mahona menyetrika ke wajah Mahona. Jenis kekerasan yang juga dialami Mahona yakni pemukulan dan tendangan," katanya.

Sementara itu, Lita Anggraini dari Jaringan Nasional Advokasi PRT menyatakan Mahona berasal dari Indramayu dan sudah bekerja di rumah Nani selama dua bulan.

Kekerasan yang dialami Mahona sudah dienyamnya selama sebulan lalu.

"Nani juga melarang Mahona untuk tidak banyak berbincang atau bertetangga. Bukan itu saja, upah Mahona juga baru dibayar sedikit, yakni baru dibayar Rp 500.000 dari perjanjian awal Rp 600 ribu. Itu juga baru dibayar bulan kemarin," tuturnya.

Dilain hal, Kanit PPA Polres Jakarta Utara, AKP Krismastuti mengaku masih meminta data (keterangan) dari pihak keluarga.

"Nanti kalau sudah ada datanya tak sampaikan ya. Sementara masih diperiksa dulu,"

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved