Breaking News:

PRT Disetrika Majikan

Ini Kronologis Mahona Saat Ditolong Warga

Mahona (15), wanita asal Indramayu, Jawa Barat yang bekerja sebagai PRT mendapat perilaku kasar oleh majikannya sendiri, Senin (14/3/2016) sore.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Wajah PRT di Koja yang disetrika majikan sendiri. 

WARTA KOTA, KOJA - Mahona (15), wanita asal Indramayu, Jawa Barat yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) Jalan Bandar Ujung, RT 04/06 Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, mendapat perilaku kasar oleh majikannya sendiri, Senin (14/3/2016) sore. Wajah wanita yang akrab disapa Mona ini pun disetrika hingga kulit bagian pipi kanan, melepuh.

Suminah (50) warga setempat yang merupakan tetangga majikan Mahona, Nani (26), mengaku dirinya tak tahu menahu akan kejadian tersebut. Namun, pembantu laki-lakinya memberitahukan kejadian yang menimpa Mona.

"Saya pulang dari kantor suami saya, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada hari Kamis lalu, sekitar pukul 03.00 WIB. Saya kan dengar cerita dari pembantu laki laki saya. Katanya 'Bu hari ini banyak kasus. Tuh anak muda di kontrakan sana di gerebek polisi' ya kata saya bagus dong. Emang sering mabok-mabokkan. Kata saya begitu," ucapnya, Selasa (15/3/2016)

Ia pun kaget, kasus lain menimpa pembantu Nani yang baru saja bekerja selama dua bulan lamanya. Pembantu Suminah tersebut, menceritakan kalau Mahona keluar rumah dalam kondisi wajahnya penuh memar.

"Pembantu saya dengar cerita tetangga saya saya si Unyil. Mahona keluar rumah dalam kondisi wajahnya memar. Benjol kayak habis dipukul. Nah, saya pun disuruh ke sana (Rumah Nani). Saya saat itu sedang capek banget. Jadi saya enggak ke rumahnya. Keesokannya, saya ke rumah tetangga saya dan menanyakan hal yang dilanda Mona," tuturnya.

Suminah dengan rasa penasaran mendatangi ke kediaman tetangga, untuk menanyakan kejadian yang menimpa Mona. Ia mengaku, wajah Mahona dipukul lantaran salah membeli makanan.

"Mengetahui hal itu, saya pada Sabtu atau keesokan harinya, sepakat bersama pengurus RT dan tetangga lainnya untuk menyambangi kediaman Nani tempat Mahona bekerja. Saya tanya dan Nani ini mengaku tidak melakukan kekerasan. Katanya 'Nih Bu.. Lihat.. Emang sedang kena penyakit kulit dia (Mahona). Herpes ini bu. Makanya saya kasih salep, saya ajak ke dokter, dianya gak mau. Itu Nani ke saya dan ke warga saat itu," tutur Suminah.

Suminah pun mengaku curiga. Kecurigaannya tersebut lantaran luka lebam hingga luka di pipi kanan pembantu Nani bukanlah luka penyakit kulit.

"Saya curiga. Masa iya sih luka seperti ini dibilang herpes. Maka saya bilang ke Nani 'Bu ini ada laporan warga terkait adanya kekerasan' saya bilang begitu. Nah tetap saja Nani yang bekerja sebagai bidan di sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat tidak mengaku dan bilang ke saya dan ke warga 'Bu sayabitu PNS Bidan. Saya paham, luka bakar seperti apa, dan luka herpes seperti apa' kata dia," tuturnya.

Suminah kembali melanjutkan," Saya bilang ke dia 'Bu kalau memang ibu tidak suka sama anak ini, mendingan dikeluarkan saja bu'. Tapi ibu ini bilang ke saya 'Ini orang (Mona) sekampung sama saya bu. Mana mungkin saya melakukan kekerasan' kata dia ke saya dan warga," lanjut Suminah.

Sepulang dari kediaman Nani, Suminah mengaku tetap meragukan akan pengakuan Nani yang diketahui sudah dikaruniai satu anak perempuan. Akhirnya, Suminah merencanakan akan menemui Mona atau Manoha bersama warga untuk mendengar keterangannya.

"Nani tuh awalnya enggak mengaku. Sampai saya bilang 'warga di sini mau melindungi kamu. Mending kamu cerita' tetap saja ngakunya herpes. Yowes.. Akhirnya saya pilih pulang. Tapi,.selang 20 menitan, salah satu warga lari menghampiri saya dan bilang 'bu..bu.. Mona ngaku wajahnya dipukul dan disetrika. Nah pengakuan Mona ini bisa dituturkan karena Naninya sedang pergi kerja," ungkapnya.

Cerita Mona kepada warga membenarkan dirinya mendapat perilaku kekerasan terhadap majikannya sendiri. Luka lebam diwajah, diakui Suminah, lantaran Mona salah membeli makanan.

"Jadi salah beli makanan. Di suruh beli sayur lodeh malah beli sayur sop. Nah wajahnya juga dicakar Nani karena anak Nanibsering mengadu kalau dia (Mona) gak ngasih makan. Diacarlah wajah si Mona. Sementara kasus disetrika wajahnya, karena si Nani menganggap Mona menyetrika bajubterlalu lelet. Diambilah setrikaan itu dan langsung ditempel di pipi kanan Mona. Mendengar cerita itu, satu kampung sini sepakat untuk melaporkan Nani ke Polres Jakarta Utara," tuturnya.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved