Tenis

Nadal-Sharapova Menuntut Keadilan

Dunia tenis internasional dilanda badai dugaan penggunaan doping.

Nadal-Sharapova Menuntut Keadilan
AFP/Julian Finney/Kevork Djansezian
Rafael Nadal melakukan tanya jawab dengan wartawan, di sela turnamen BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat (AS), Rabu (9/3) pekan lalu. Sebelumnya, Maria Sharapova berbicara soal kegagalannya dalam tes doping, di The LA Hotel Downtown, Los Angeles, AS, Senin (7/3). 

WARTA KOTA, MADRID - Dunia tenis internasional dilanda badai dugaan penggunaan doping.

Belum habis keterkejutan dunia soal zat terlarang yang masuk ke tubuh Maria Sharapova, kini giliran Rafael Nadal yang diterpa isu miring soal pemakaian doping.

Mantan petenis putra nomor satu dunia itu membantah tuduhan bahwa pada 2012 lalu ia berpura-pura cedera demi menutupi kegagalan melewati tes doping.

Pemenang 14 grand slam itu juga menegaskan bahwa sangat tidak bisa diterima jika seseorang menuduhnya menggunakan alasan cedera demi menghindari hukuman.

“Saya (pakai doping)? Anda bisa menanyai ITF (Federasi Tenis Internasional) dan Anda bisa menanyai WADA (Badan Anti-Doping Dunia), Anda bisa bertanya pada siapa saja,” kata petenis Spanyol itu, seperti dilansir AFP, Minggu (13/3).

“Saya tak pernah melakukannya (pakai doping), dan saya tidak akan pernah melakukannya, dan saya tak mau berbicara tentang hal ini lagi,” imbuhnya dengan nada kesal.

Tuduhan Sang Raja Tanah Liat, julukan Nadal, menggunakan doping, pertama kali dilontarkan oleh Roselyne Bachelot, Menteri Kesehatan dan Olahraga Perancis periode 2007-2010. Roselyne menuduh Nadal pura-pura cedera lutut selama enam bulan pada 2012 silam, demi menutupi hasil tes dopingnya.

Dituduh seperti itu, Nadal pun berang dan menuntut ‘keadilan’ agar namanya bersih kembali, dan meminta semua orang berhenti menudingnya.

Sejauh ini, pemilik nama lengkap Rafael Nadal Parera itu memang tak pernah dinyatakan gagal tes doping.

“Saya bekerja sangat keras di sepanjang karier saya, untuk mencapai kesuksesan, dan sekarang saatnya menegakkan keadilan. Saya lelah dengan tuduhan ini, saya ingin keadilan,” tegas petenis berumur 29 tahun itu.

Halaman
123
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved