Wilayahnya Diterjang Banjir Berkali-kali, Ini Kata Walikota Depok

Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, menuturkan, ada beberapa penyebab yang membuat banjir di Depok di awal tahun 2016 ini tampak sangat dahsyat.

Banjir melanda kawasan Cimanggis, Depok. 

WARTA KOTA, DEPOK - Dalam beberapa pekan terakhir ini, beberapa kali sejumlah wilayah di Kota Depok kerap diterjang banjir. Secara bersamaan hampir ribuan rumah di beberapa perumahan dan permukiman di Depok, berkali-kali direndam banjir dalam sebulan ini.

Bahkan ketinggian banjir di sejumlah titik wilayah yang terjadi Jumat (11/3/2016) dan Sabtu (12/3/2016) lalu, mencapai titik ektsrem yakni hingga mencapai 2 meter.

Menanggapi hal ini Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, menuturkan, ada beberapa penyebab yang membuat banjir di Depok di awal tahun 2016 ini tampak sangat dahsyat.

Diantaranya, kata dia, adalah karena hujan deras yang mengguyur wilayah Depok beberapa pekan terakhir terjadi cukup intens dan curahnya sangat tinggi.

"Sehingga rata-rata yang tergenang banjir memang wilayah yang langganan banjir," kata dia, Minggu (13/3/2016).

Penyebab lainnya kata Idris, banyak perbaikan turap yang dilakukan Pemkot Depok di sejumlah kali dan saluran air di Depok belum selesai. "Dari hulu ke hilir, ada perbaikan turap yang belum tuntas," katanya.

Selain itu tambah Idris, kondisi wilayah yang rendah dan kontur tanahnya membuat jalan dan permukiman menjadi potensial tergenang banjir. "Seperti di daerah cekungan, akan jadi rawan genangan air. Diperparah dengan buruknya drainase dan tumpukan sampah di saluran air," katanya.

Bahkan kata dia, penyebab lainnya adalah adanya pendangkalan dan penyempitan di sejumlah areal kali. "Serta banyaknya bangunan yang melanggar garis sempadan sungai," kata Idris.

Selain itu, tambah Idris, dangkalnya sejumlah situ di Depok dan berkurangnya areal situ, menjadi penyebab meluapnya air sungai dan merendam jalan hingga wilayah perumahan warga.

"Karenanya Saya atas nama Pemerintah Kota Depok, memohon maaf atas segala keterbatasan kami ini," kata Idris.

Menurut Idris, pemerintahan di bawah pimpinannya yang masih dalam masa transisi, diakui belum optimal menyelesaikan persoalan banjir di Depok.

"Doakan kami untuk mengatasinya. Saat ini kami sedang komunikasi dengan daerah tetangga dan pemerintah pusat," kata Idris.

Selain itu kata dia, komunikasi dengan sejumlah stakeholder pemerintah kota juga sedang dibangun. "Ini untuk menyelesaikan masalah banjir di Depok secara periodik, dan bertahap, dengan orientasi pengerjaan secara komperehensif dan tidak sepotong-sepotong," kata Idris.

Sehingga kata Idris, dalam program 100 hari pihaknya, ia akan melaksanakan zero waste atau meminimalkan pembuangan sampah, di drainase jalan utama dan di jalan kota Depok.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved