Superglad Memilih Jual Album Pangung ke Panggung
Buluk menceritakan kisah bandnya, Superglad yang menjual albumnya ketika mendapatkan panggungan.
WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Lukman Laksmana atau Buluk menceritakan kisah bandnya, Superglad yang menjual albumnya ketika mendapatkan panggungan.
Vokalis Superglad band ini menceritakan, kalau masyarakat Indonesia saat ini sangat sulit untuk membeli karya musisi idolanya.
"Saat ini label berantakan sama pemasukan dari penjualan cd karya musisinya. Karena masyarakat lebih memilih men-download karena itu hal praktis," kata Buluk kepada wartawan saat ditemui di Rolling Stones Cafe di Jl. Ampera Raya, Ampera, Jakarta Selatan, jumat (11/3).
Buluk menambahkan, strategi Superglad dalam menjual albumnya saat ini melalui panggung ke panggung.
"Gua jualan album aja lewat gua manggung. Gua bikin perjanjian sama panitianya gua buka booth merchendise," ujarnya.
Menurutnya, strategi pemasaran seperti itu sangat membantu untuk musisi bisa menjual karyanya.
Bahkan, lanjut Buluk, penjualan album Superglad lebih laris jika dijual dari panggung ke panggung dibandingkan dijual melalui label.
"Di label kita, D'Majors tiga bulan jual album 500 - 1500 album. Kita tiga bulan udah jual 5000 cd album," tuturnya.
Ternyata, larisnya cd Album Superglad itu pun lantaran mereka, memiliki fans yang sangat menghargai karyanya.
"Gua bersyukur banget fans gua menghargai karya gua bersama Superglad. Maka dari itu, gua mengusahakan kalau harga cd album gua gak lebih dari Rp. 30.000," tambahnya.
Lanjut Buluk, hal tersebut dikarenakan Superglad tau kemampuan daya beli fans nya yang dinamakan Superglad Hero.
"Gua lebih milih dapet untung kecil dibandingkan album gua gak laku," jelasnya. (Arie Puji Waluyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160312hangout-with-fans-ala-buluk-superglad_20160312_160651.jpg)