Breaking News:

S Bantah Gunakan Air Kotor untuk Es Teh Manis Miliknya

Dirinya mengaku selalu menggunakan air matang yang dimasaknya di rumah untuk setiap gelas es teh manis yang dijualnya.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Pedagang kawasan Monas diduga menggunakan air kotor dari Stasiun Gambir untuk meracik es teh manis yang dijual kepada pengunjung Monas. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Dugaan Satpol PP Jakarta Pusat terkait penggunaan air kotor dari saluran air yang berasal dari peron Stasiun Gambir secara langsung disesalkan oleh S (Suyanto-red) (44) seorang pedagang es teh manis yang diamankan Satpol PP Jakarta Pusat di Silang Timur Monas, tepatnya seberang Masjid Istiqlal pada Kamis (10/3) petang.

Pasalnya, dirinya mengaku selalu menggunakan air matang yang dimasaknya di rumah untuk setiap gelas es teh manis yang dijualnya.

Terlihat lemas dan merasa tidak percaya, warga Pintu Air III Jalan Djuanda, Pasar Baru, Gambir, Jakarta Pusat itu mengaku bingung atas sangkaan yang dituduhkan pihak Satpol PP Jakarta Pusat kepada dirinya. Apalagi, lanjutnya, petugas langsung menggiringnya ke Mapolsek Gambir untuk menjalani pemeriksaan, tanpa memberikan kesempatan dirinya untuk memberikan penjelasan.

Dirinya yang terlihat ditemani istrinya Rosneli (50) itu menjelaskan kepada Warta Kota jika seluruh air teh yang digunakan merupakan air matang yang dibawanya dari rumah. Air matang tersebut dicampurkan teh dan dimasukkan ke dalam jerigen untuk diinginkan. Sehingga, lanjutnya, ketika sampai di Monas, dirinya hanya cukup membawa jerigen berisi teh tawar, es batu dan gula pasir serta gelas plastik, sedotan dan penutup gelas sebagai wadahnya.

"Air itu kita masak dari rumah, airnya kita bawa pake jerigen dari rumah, jadi pas diracik tinggal kita tambahin gula, es batu sama air galon isi ulang. Jadi bukan pake air comberan (saluran-red), kita juga mikir bang, jorok banget kalo gitu. Saya berani kalau teh kita diuji ke laboratorium, karena memang air teh kita ini pake air mateng," ungkapnya memberi bukti dengan meminum es teh manis miliknya di Mapolsek Gambir pada Kamis (10/3) malam.

Sementara itu, terkait lokasi pembuatan teh yang berada di kolong rel kereta api Stasiun Gambir, dirinya pun menjelaskan bila hal tersebut untuk menghindari ketatnya pengawasan dan penjagaan yang dilakukan Satpol PP Jakarta Pusat. Karena, ungkapnya, lokasi tersebut sangat dekat dengan Jalan Djuanda, sehingga apabila ada penertiban, seluruh barang dagangan dapat diselamatkan dari penyitaan petugas Satpol PP.

"Kita memang udah lama di situ bang. Alasan Kenapa kita pilih ngeracik teh di situ ada banyak, karena adem, tempatnya bersih terus juga ketutupan karena memang kan jualan di Monas itu dilarang. Jadi kalo ada penertiban, kita bisa langsung lariin dagangan, supaya nggak rugi," jelasnya.

Terkait hal tersebut, dirinya pun memohon agar dibebaskan lantaran tidak terbukti bersalah. Sebab apabila berlarut, bukan hanya dirinya yang akan merugi karena tidak dapat berjualan, sebanyak enam orang pengecer es teh manis hasil racikannya pun tidak dapat berjualan

"Saya memang biasa buat teh di sana, udah tujuh tahun. Saya yang buat, tapi yang dagang di Monas itu anak-anak. Saya jual ke mereka itu Rp 2.000 segelas, nah anak-anak jual ke pengunjung Rp 5000 segelas. Sehari saya bisa jual sampe 70 gelas, tapi itu juga cuma ngepas (cukup-red) buat modal aja, mulai dari gelas yang harganya Rp 275.000 satu dus isi 1000 gelas sama tutupnya Rp 4000 satu dus isi 50 biji," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pengamanan sekaligus pengawasan ketat yang dilakukan Satpol PP Jakarta Pusat terhadap keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat berbuntut panjang. Sejumlah pedagang, khususnya pedagang minuman diduga menghalalkan segala cara untuk menyelundupkan barang dagangannya ke dalam Monas, termasuk dugaan menggunakan air kotor yang berasal dari saluran air yang berasal dari peron Stasiun Gambir.

Dugaan tersebut dibuktikan lewat penangkapan seorang pedagang es teh manis berinisial S (Suyanto-red) (44) warga Pintu Air III Jalan Djuanda, Pasar Baru, Gambir, Jakarta Pusat oleh anggota Satpol PP Jakarta Pusat pada Kamis (10/3) petang. S yang diamankan di Silang Timur Monas, tepatnya seberang Masjid Istiqlal pada sekira pukul 16.00 WIB diduga menggunakan air kotor tersebut untuk meracik es teh manis yang dijualnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya segera mengamankan S berikut barang bukti berupa es teh manis sebanyak dua belas gelas siap konsumsi. S pun dibawa ke Mapolsek Gambir untuk menjalani pemeriksaan lantaran diduga menyalahi peraturan sesuai dengan Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 135 dan Pasal 140 UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (dwi)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved